12/02/2016

Tips aman naik kendaraan umum

1 Desember 2016 saya ke kantor polisi dekat rumah saya. Untuk mengurus kehilangan ATM. Saya lupa menyimpan ATM. Kartu tersebut telah terblokir gara-gara lupa nomor pin. 

Di bagian pelaporan ada seorang perempuan sedang melaporkan kehilangan dompet dan HP.  Ia baru saja kena hipnotis diangkot. Tidak berapa lama ada seorang perempuan muda mengalami kasus yang serupa dengan jurusan angkot yang berbeda. Dalam ruangan itu terjadi diskusi ringan mengenai tips aman naik kendaraan umum. Tulisan berikut tips yang saya peroleh dari pengalaman saya dan orang lain.

1. Berdoa                
Untuk umat muslim doa naik kendaraan dan doa pelindung diri. Kalau tidak hapal ingat Allah saja. Penting zikir. 


2. Perhatikan orang yang naik. Bila menemukan orang terlihat mencurigakan biasanya berpakaian rapi. Naiknya satu-satu. Lebih baik lekas turun. Ganti angkot. Begitu saran mantan supir angkot. Mereka berkomplotan. Orang yang dekat dengan korban segera memindahkan hasil curian kepada temannya. Saat korban sadar, tidak ada bukti. Mereka  terkoordinir. Ada mobil  yang sudah menunggu untuk kabur. Ck ck coba digunakan untuk hal positif, tentu akan baik kehidupannya. Kata anak saya, nanti orang jahat akan dibalas Allah. Mereka tidak berpikir  Bagaimana yang menjadi korban anak, istri, adik atau orangtuanya.

3. Kalau naik bus. Pilih bagian depan. Soalnya saya pernah kecopetan ketika posisinya di belakang. Ini tragis, saya tidak sadar selama dua hari dompet hilang. Karena uang itu modal dagangan, jadi saya pisahkan dengan dompet harian.   Copet tidak mengerti kondisi korbannya. Dalam pikirannya  yang lengah  jadi korban. 

4. Kadang pencopet dengan modus menyuruh korban  membuka jendela. Agar  perhatian teralih. Sehingga tidak aware dengan tas.

5. Ada juga dengan cara pura-pura kejang. Bila demikian lebih baik turun saja. Sulit juga membedakan  orang yang benar-benar kejang. Tetapi faktanya dari dua orang yang berbeda ketika kecopetan modusnya sama. Kalau punya nyali  segera saja minta pak supir berhenti atau bawa ke rumah sakit. Biasanya sih pak supir hapal kok dengan tingkah pencopet.

6. Untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan tidak perlu membawa dompet. Bawa tas yang banyak bagiannya. Letakkan kartu penting, uang, dan handphone tempat terpisah. Siapkan uang angkot/bus di tempat yang mudah diambil. Bawa uang secukupnya.

7. Pin ATM jangan sama dengan tanggal lahir. Kalau ATM hilang bersamaan KTP bisa dengan mudah dikuras pencopet. 

Mudah-mudahan kejadian yang saya alami tahun 2002 an tidak terulang dan tidak menimpa pada siapapun. Berharap semua orang menjadi baik dan insaf.