9/04/2013

KTT ASEAN Di Brunei: Our People, Our Future Together

Gambar diambil dari:http://asean-summit-2013.tumblr.com/


“Diam dik. Berisik. Suara (adiknya sedang menyanyi sambil main, padahal tidak jelek) kamu tidak enak didengar,” Azra blak-blakan  bicara. Ia sedang mengerjakan PR.
Protes Azra ini layak jadi contoh tema #day8 kemaren tentang kebebasan berekspresi.  Selanjutnya sang adik tidak terima. Perdebatan sengit terjadi (duh bahasa Ummi) Berebut omonglah (bahasa Betawi) mereka. Ummi sekali dua kali menyuruh berhenti, tak diidahkan.
Akhirnya mengeluar senjata pamungkas. Biasanya berhasil.
“Katanya ingin ini ingin itu, Okeee Ummi  tidak mau menulis akh. Nongkrongin kalian saja. Sampai berdamai.” Akhir-akhir ini setiap lomba menulis mereka ikut mendoakan karena bila berhasil mereka ikut kecipratan. Hu hu doanya ada pamrihnya, ya nak.

Pesan mama yang paling aku ingat adalah orang bertengkar jauh rejeki. Setelah aku dewasa ini, benar-benar baru paham akan maknanya. Kalau  hanya mengurusi pertengkaran anak-anak, waktu produktifku hilang. Walau kadang tak bisa dibiarkan begitu saja karena mereka tak dapat menyelesaikannya sendiri.





Gambar diambil dari: http://www.site.rmutt.ac.th/ASEAN/?page_id=852
Berkait dengan pertengkaran lawan dari persatuan,  tema #day9 adalah bagaimana mencapai tujuan pembangunan badan persatuan ASEAN dengan menggunakan ketiga pilar ( Persatuan Keamanan, Persatuan Ekonomi dan Persatuan Sosial dan Kebudayaan). Mampukan  negara-negara Asean menyatukan rakyat dan menciptakan masa depan? Seperti tema KTT ASEAN ke 22 di Brunei Darusalam.




Gambar diambil dari http://phangngacommunitycollege.blogspot.com/2012/08/asean-community-at-12th-asean-summit-in.html

Haruskah kita pesimis dengan kondisi sekarang? Negara-negara ASEAN belum merata pembangunan ekonomi, ada negara yang belum selesai masalah-masalah sosialnya, dan stabil keamanannya.

Bercermin pada ekonomi negara Brunei Darusalam, yang mempunyai produk domestik bruto  per kapita terbesar kelima di dunia dalam keseimbangan kemampuan berbelanja. Akan negara ASEAN akan terintegrasi secara ekonomi? Terpadu secara politis, dan bertanggung jawab secara sosial.

Sekretaris Jenderal ASEAN Le Luong Minh. "Kemampuan kita untuk memenuhi tujuan akan memiliki efek luas bagi ASEAN pasca 2015." The   22nd ASEAN SUMMIT  di Brunei.

Kita sebagai negara ASEAN harus optimis karena semua sudah mulai bekerja mencapai tujuan tersebut. Seperti CHAIRMAN’S STATEMENT OF THE 22nd ASEAN SUMMIT, “Our People, Our Future Together”







Maunya menggunakan video dari web ASEAN. Sayang tidak bisa diupload. Apa boleh buat tak ada rotan akarpun jadi. Kalau ingin  manuntun (menonton: bahasa Banjar) langsung di sumbernya. Ini linknya: http://goo.gl/vbThxe. Indahnya persatuan


Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba http://aseanblogger.com/lomba-blog-10daysforasean

Sumber Tulisan:

http://www.asean.org/news/item/asean-community-2015-is-top-priority-at-22nd-asean-summit?category_id=27

http://indonesian.cri.cn/201/2013/04/25/1s137831.htm

http://www.asean.org/archive/5187-10.pdf

 http://id.wikipedia.org/wiki/Brunei
 

No comments:

Post a Comment