9/22/2014

Mak Irits

JudulMak Irits : Cinta Gratisan, Potong Harga, Beli Satu Dapat Lima!  
No. ISBN602286013X 
PenulisRahmi Aziza 
PenerbitAnak Kita 
Tanggal terbitJuli - 2014 
Jumlah Halaman132 
Berat Buku-
Jenis CoverSoft Cover 
Dimensi(L x P)-
KategoriRomance 
Bonus
Text BahasaIndonesia ·




Irit dalam kamus Besar Indonesia adalah hemat dan tidak boros. Kata irit bisa  mengandung kata negatif bila dilakukan dengan salah, tidak etis, dan berlebihan. Seperti detail buku tersebut di atas adalah hasil copy paste dari buku kita.com. Alasan karena Mak tidak mempunyai banyak waktu masak,  membimbing anak, kerja sementara juga ingin menulis. Lalu men-copas tanpa menyebutkan sumber.  Atau yang dilakukan seperti Mak Irits di bawah ini.  Senyum-senyum saya pernah melakukannya. Cuma tetap membeli (eh dapat gratisan juga).  Ceritanya di sini
Sumber Facebook Mak Irits

Mengandung kata positif jika dilakukan dengam tepat misalnya kalau memang tidak mempunyai dana yang cukup harus benar berhitung. Misalnya ingin belanja ke Supermarket/pasar harus menulis daftar belanja, kemudian belajar menahan diri untuk tidak membeli yang lain. Kalau tidak bisa kejadian seperti yang ada di komik Mak Irits. Sudah niat untuk membeli beras eh malah membeli yang lain. Gagal ngirit. Sampai rumah baru sadar. Senyum-senyum sendiri pernah kejadian pada saya tetapi barang lain.

Banyak cerita yang diungkapkan Rahmi Aziza, tentang irit mengirit akhirnya malah ngorot. Kadang juga ngenes. Para mak kudu membaca komik ini. Karena hal-hal kritis  diungkap penulis dengan kocak. Menasehati tanpa menggurui. Hiduplah para mak yang sudah menjadi menteri keuangan, atau manajer para anak dan suami. Tidak hanya harus belajar tentang mengatur uang, mengelola waktu, namun juga membuat tindakan tepat agar selamat perekonomian rumah tangga. 

Wuaah gagal fokus, tulisan ini mestinya diikutan GA Mak Irits tetapi sudah lewat waktunya, semestinya tanggal 21 September. Saya belum bisa mengelola waktu dan belum punya skill menulis dengan kecepatan 100 km/jam.  






9/17/2014

Menakar Pas Masalah

Geli. Seminggu ini sulit memecahkan masalah mudah. Mungkin ilmu yang saya miliki belum bulat maksudnya menyeluruh. Persoalan gampang,  dicari jalan keluarnya dengan cara  muter-muter. Untung saja ada teman yang memberitahu. Persoalan itu: 

1. Ketika memasukkan USB proyektor ke laptop. Layar monitor laptop mengecil. Sebentar lagi acara akan dimulai. Weh. Bagaimana caranya. Apakah tadi  memencet sesuatu atau memang ukuran tampilannya sengaja diperkecil oleh yang empunya. Memilih mengganti dengan laptop yang lain. Namun ketika mencabut kabel USB. Layar monitor kembali ukuran semula. Ha ha ha. Kata teman padahal tadi dia sudah memberitahu. Memang ukuran layar akan mengecil seperti itu apabila dihubungkan dengan proyektor. Selama ini  tidak mengamati. 

2. Beberapa hari ini bingung karena BB  tidak bisa dibuka. Salah password? Rasanya benar saja memasukkan password. Di layar BB muncul tulisan enter blackberry then continue. Ngubek-ngubek internet tidak menemukan jawabannya. Mencoba dengan cara mengetik blackberry kemudian tekan tombol tengah. Tidak terjadi apapun.  Saya mengira pemecahan masalahnya harus reset atau menginstall suatu aplikasi. Dalam hati sudahlah dibawa ke tempat servis saja. Ketika bertemu teman yang juga mempunyai BB ternyata.... problem solvingnya mudah sekali. Tulis blackberry kemudian tekan tombol enter (simbol panah ke kiri). Ya ampun, Di mana-mana yang namanya enter simbolnya ya itu. Bukan seperti yang saya lakukan menekan  "tombol di tengah".

Yup. Belajar dari kejadian ini next mencoba menakar masalah sesuai ukurannya. Memang baju... ada ukuran S, M, L, XL, XXL. Kalau memang ukuran baju L gunakan L. Atau menakar garam untuk masakan. Tidak kebanyakan tidak terlalu sedikit.

Mudahan bisa mendapat jawaban permasalahan hidup. Memetakan masalah itu penting  agar jalan pemecahannya mudah.