4/23/2018

Urban Temple oleh Rokhmi Fitria

Ini yang kedua kali saya datang ke Muslim Fashion Festival, pertama tahun 2016.  Tahun 2018 ini saya menyaksikan Rokhmi Fitria mempresentasikan karyanya, di main stage Plenary Hall Jakarta Convention Center. Ia mengusung Urban Temple.




Terinspirasi detail pada candi seperti Borobudur dan Ratu Boko. lahirlah karya ornamen  berbentuk belah ketupat pada pakaian. Saat Fashion Show ia menampilkan 4 outfit busana mix and match casual. Trend yang diambil perancang yang berlatar belakang apoteker ini, adalah Vigilant. Kelamaan absen menulis dan baca tentang fashion, sampai saya tidak tahu tren apa ini. Konon, tahun 2017-2018 Indonesia didominasi 4 trend: Cryptict, Archean, Digitarian, dan Vigilant. 

Trend Vigilant ini sifatnya sederhana, elegan, dan tailoring cutting. Warna yang diambil Rokhmi berkisar kobicha, terracotta, linen, burlywood dan rich black. Seperti trend Vigilant pada umumnya Ibu yang rela melepaskan karirnya demi passionnya pada fashion, menggunakan kain jumputan dengan pewarna alami dengan detail payet dan bordir. Material lain organza, scuba, katun ima, dan tile. 

Sifat Vigilant mencampurkan tradisional dan kekinian hadir dalam karya Rokhmi, jadilah Urban Temple yang berarti candi dalam Urban life. Meski mengambil model ornamen candi, saya menangkap gaya modern dalam rancangan Rokhmi.

Dalam event tahunan yang digelar oleh Indonesian Fashion Chamber ini, Rokhmi bergabung dengan Hijabersmom Community. Bersama perancang Belinda Ameliyah, Waode Nila Sari, Rsy, Kiky Wahid, Eva Hazna, Indah, Karina, Fareza, Maia Artamin, Frism@, Yuko, Nancy AB, Mila Meilia. Mereka sepakat memberi tajuk fashion shownya dengan nama Unity in Modesty. 

Lebih lanjut bisa dilihat koleksi RF di IG @rf_label dan FB RF by Rokhmi Fitria, atau www.rokhmifitria.com














Sumber https://wolipop.detik.com/read/2017/02/28/184523/3434470/233/4-tren-besar-yang-akan-dominasi-fashion-di-indonesia

12/15/2017

Tips Menunggu Untuk Anak-Anak, Agar Tidak Membosankan

Sering orang berkata menunggu itu suatu yang membosankan. Entah itu antre di klinik, beli tiket, antrean tol atau menunggu pesawat tiba-tiba delay. Bagi orang tua sangat mudah mengatasi rasa bosan.  Anak-anak sering lebih sulit. Nah berikut tips agar anak tidak bosan menunggu.

1. Siapkan mainan dari rumah. Pilih yang mudah dibawa dan tanyakan pada anak, ia mau membawa apa?
2. Bawakan buku bacaan. Untuk anak yang belum bisa baca lebih asik bawa boneka tangan. Siap-siap jadi pendongeng Maknya dan Paknya.
3. Bawa majalah anak-anak. Misalnya majalah Bobo.
4. Siapkan tebak-tebakan. Kalau tidak punya buku tebak-tebakan, bisa searching.
5. Bantal  kepala atau boneka kecil. Sering anak-anak gampang mengantuk kalau menunggu.
6. Bawa buku doa. Untuk muslim bisa juga menambah hapalan surat-surat pendek atau mengulang hapalan.
7. Bawakan makanan dan minuman. Kadang ada tempat yang sulit mendapatkan makanan. Maksudnya jauh atau mahal atau makanan yang tersedia tidak sesuai untuk anak.
8. Mengamati lingkungan. Bila anak sudah bisa menulis dan ia suka. Ajak ia menulis cerita dari tempat ia menunggu. Untuk anak yang belum bisa menulis bisa tebak-tebakan barang yang ada disekitar. Dengan cara mendiskripsikan, ia menebak barang tersebut. Biar lebih seru biarkan ia juga bertanya.
Untuk anak balita bisa tebak-tebakan warna. Juga menghitung benda.
9.  Bila memungkinkan ajak kenalan anak kecil yang dekat tempat menunggu. Hitung-hitung belajar sosialisasi. Saat lebaran kami pulang ke Kalimantan Selatan. Alhamdulillah pesawatnya telat. Lumayan menunggu dua jam. Nah kebetulan ada anak balita kira-kira dibawah satu tahun. Anak-anak saya langsung mengajak main cilukba balita tersebut. Jadi hiburan lihat balita tertawa.

10. Ajak bermain gunting batu kertas atau yang lain. Tentu saja jangan sampai mengganggu orang di sekitar. Juga tergantung kondisi anak.  Tidak cocok untuk anak yang sakit dan sedang antre di klinik.
11. Ajak anak bicara. Saya menanyakan pada anak apa yang kamu lakukan ketika menunggu. Jawabnya bicara. Weh anak saya laki-laki. Ternyata ia juga senang diajak bicara. Nah kesempatan emas memasukkan petuah.
12. Bawa peralatan gunting, lem dan  kertas. Untuk naik pesawat guntingnya siap-siap disumbangkan pada petugas. Jadi masalah kalau  tahu delaynya sudah menyerahkan gunting. Gampang. Sobek-sobek saja pakai tangan. Melatih tangan anak-anak.
Anak-anak kreatif biasanya suka membuat mainan sendiri. Ini pengalaman saya memotret anak kelas Venus atau kelas dua di Sekolah Tetum Bunaya. Mereka  selesai mengerjakan tugas sekolah. Sembari menunggu teman, mereka membuat kalung, tiara dan gelang dari kertas. Peralatan sudah tersedia di kelas dan ada juga di Tetum mart. Tempat barang-barang daur ulang seperti kemasan, undangan dan lain-lain yang bisa digunakan untuk membuat karya. Jadi  siapa bilang menunggu itu membosankan. Bagi anak kreatif,  menunggu bukan hal yang membosankan. Mereka memanfaatkan waktu dengan baik. Yaii bangganya saya. Mereka produktif.

Selamat menunggu dengan hal-hal yang menyenangkan!