Showing posts with label Fiction. Show all posts
Showing posts with label Fiction. Show all posts

3/31/2015

Sekantung Manisan Jambu

Umur wanita itu sudah genap 30 tahun. Ia diturunkan suami dibilangan Blok M. Karena berbeda arah. Ia bekerja di Gandaria. Perjalanan ia lanjutkan menggunakan bus kota. Saat naik bus  derai tangis dari langit seolah latah. Ya dada Nei sakit bukan kepalang. Dibilang Mika tidak mau mengalah. Apa artinya penantian bertahun-tahun dengan kesabaran.

Atau Mika sudah bertemu sesorang sehingga ia tidak sabar menunggu buah hati itu. Keluar dari perut Nei. Hai Mika bukan Nei tidak mau mempunyai momongan.  Bukan. Pekerjaan ini sangat berarti bagi diri Nei. Kelak  untuk bayi  juga.

Nei menatap jendela bus yang mulai dibasahi titik air. Mengaburkan pandangan. Apakah mata hati Nei kabur seperti  jendela itu. Sehingga tidak bisa melihat masalah dengan jelas. Ya Allah, jaman sekarang masihkah seorang perempuan tinggal di rumah demi anak-anaknya?

Mengapa isu ini menerpa rumah tangga sekarang. Empat tahun adalah waktu penantian yang panjang untuk menanti tangisan bayi. Mestinya otot kesabaran sudah terlatih untuk tetap kuat. Mengapa sekarang tiba-tiba Mika menuntut Nei berhenti bekerja?