8/24/2013

TUPPERWARE HOME FAIR: TUPPERWARE CARE


Ada kepuasan tersendiri ketika sambil turun ditangga berjalan mengambil foto ini. Melihat hasilnya tidak goyang.



Siapa yang tak mengenal Tupperware. Ketika saya pulang ke tanah kelahiran tahun lalu, tetangga saya di Kalimantan menjadi distributor bertahun-tahun. Ia telah berhasil membantu memperbaiki ekonomi keluarganya.

Saya sendiri mengenal Tupperware 14 tahun yang lalu, ketika suami saya membeli dot merk Tupperware. Padahal ketika itu kami belum punya bayi. Sejak itu saya memilih Tupperware sebagai sahabat keluarga.

Wew ketika ada acara Tupperware Home Fair di Mall Taman Anggrek ingin langsung meluncur ke TKP. Baru Saptu ini (24 Agustus 2013) saya berkesempatan menengok (h h pilihan katanya). Ada apa ya. Di jadwal acara ada acara fashion show ibu dan anak dari jam 11.00-13.00 WIB. Saya sempat menikmati  acara ini. Lucu-lucu tingkah ibu dan anaknya. Tentu saja mereka membawa produk Tupperware. Acara yang bertajuk Tupperware Fashionista ini finalnya hari Minggu Pukul 19.00 - Selesai.
Para Juri
Peserta Tupperware Fashionista




Kemudian saya berkeliling booth demi booth.

Booth Organization Kitchen
Pas saya ke stan ini, pembawa acara fashion tadi menerangkan produk Tupperware yang khusus untuk freezer. Ternyata tengah box ada fungsingnya, bila ditekan maka makanan yang beku akan mudah keluar. Lemari yang tertata rapi akan menghemat waktu dalam pencarian Tupperware memikirkan hal itu. 
















Booth ELC member




Booth Tupperware Center



Tupperware anda yang rusak atau cacat bisa ditukarkan dengan yang baru di stan ini.

Booth Augmented reality
Anak-anak sangat menggemari stan ini karena ada game. Selain booth ini ada mainan yang berwujud binatang mengajak adik balita berkeliling. ada badutnya juga.



Tupperware Bull Race
Siapa yang berani naik banteng ini? Hayo coba hari Minggu esok terakhir. Oh ya ada juga lombanya juga, setiap hari. Sayang tadi saya tak sempat mencoba H h kayak berani saja mencoba tantangan ini.

Booth Green living

Ini salah satu bentuk peduli Tupperware pada lingkungan. Saya pernah ikut lomba foto tupperware, sampah styrofoam, dan hari ini saya bertemu kembali di tengah-tengah booth ini. Kalau kita membawa tempat dari rumah sampah-sampah itu akan berkurang.



Booth Kid 









Produk anak-anak Tupperware adalah Tiwi. Ingatan saya melayang anak-anak di rumah. Besok kalau sempat ingin mengajak anak-anak. Coba hari ini saya ajak, karena ada Aku Anak Sehat story telling. ketika saya menulis ini, anak saya melihat brosur acara Tupperware home fair. Ia langsung tertarik. "Kita kesini ya Ummi."
"Insya Allah, dik," Umminya sambil menyeka airmata karena berkejaran dengan waktu. Lomba blog ini ditutup jam 21.00 WIB hari ini. Sebenarnya masih banyak yang saya ingin ungkapkan. Hik sayang waktu membatasi.

Adik lomba melompat setelah selesai mendengarkan cerita


Masih banyak kepedulian Tupperware seperti acara SheCan!You Can! Setiap hari Sabtu 08.30 di Trans 7 (dalam brosur: Ketulusan para wanita "merangkul" keluarga dan sesama mampu membawa perubahan besar dalam kehidupan. Tupperware SheCan! secara konsisten menghadirkan inspirasi-inspirasi indah ini agar semakin banyak lagi wanita Indonesia yang terinspirasi untuk menciptakan perubahan- LIVE CONFIDENT) dan T chefseries setiap hari Minggu pukul 08.30 WIB juga di Trans 7.





Oh ya saya mendapatkan undangan Opportunity Hour. Berupa undangan datang ke distributor yang terdekat dengan rumah, yaitu pasar Minggu, Tanggal 14 September 2013 nanti, mudahan bisa datang. Kebetulan memang saya belum pernah mendaftar jadi agen. Lumayan setelah mendaftar saya juga dapat hadiah goody bag besar dan kecil isinya memo dan tutup Tupperware, katanya kalau saya datang pada acara nanti dapat tempatnya. Alhamdulillah.

Lomba-lomba 
mewarnai
Modern Dance
Memasak
Fashionista
Cooking Table setting (hari Minggu pukul 11.00 WIB selesai. Bagi yang belum sempat ikut acara ini besok masih adas waktu)
Menulis blog
Fotografi Mahasiswa
Smart Shopping Contest

Acara Hari Minggu 25 Agustus

11.00-13.00 Acoustic band performance
                    Table setting competition
                 
13.00-16.00 Parenting session with Bunda Rani
                    Cooking demo bersama Farrah Quinn
                    Lomba masak ayah dan anak
                    Lomba menata dapu
                    Lomba bull race
                    Lomba games augmented reality
16.00-21.00 Final fashion show
                     Final modern dance competition
                     Pengumuman lomba blogger, foto, dan semua lomba



Alhamdulillah tulisan ini juara 3 dalam lomba blog Tupperware Home Fair.







8/07/2013

Peran Orangtua mengatasi Trend Mobile Internet terhadap perkembangan anak


Hahaha gara-gara salah melihat tanggal deadline lomba. Ternyata lombanya berakhir tanggal 5/8 2013 bukan 8/8 2013. Gubrak. Sudah minum kopi supaya gak ketiduran. Sudah sengaja masak dari sahur supaya tengah hari sudah kelar soto banjar dan teman-temannya. Bekerja pada  last minute memang tidak baik. Semoga catatan ini menjadi pengingat untuk bersegera mengerjakan sesuatu. Edisi getun banget-banget. 

Harus banyak belajar menggunakan waktu sebaik-baiknya dan harus segera dikerjakan bila niat mengikuti lomba. Anyway sayang sudah ditulis kalau hanya untuk disimpan. Barangkali bermanfaat bagi orang lain atau malah ada masukkan.


***
Sengaja membatalkan jalan-jalan ke Ciater dengan teman liqo karena pertama pagi kerja dan yang kedua ingin menghadiri acara yang diselenggarakan Dari Perempuan dan Mentari Indosat. Temanya menarik, Dampak Trend Mobile Internet Pada Anak.  Beberapa waktu lalu saya menulis di blog http://37mw.blogspot.com/2013/06/balsem.html, pada ujung cerita saya menulis tentang anak saya yang kecanduan gadget.

Memang kami sekarang  berlangganan mobile internet namun terbatas untuk membuka BBM, WhatsApp . Kami juga menggunakan internet kabel  di rumah.  Namun anak-anak masih belum tertarik dengan sosial media. Jadi kalau jalan-jalan mereka tidak memegang gadget karena tidak bisa game online.

Acara

Agak terlambat saya datang.  Untung saja  jalan Gandaria Kebayoran Baru bukan tempat yang asing bagi saya. Tahun 1998 saya pernah bekerja di daerah ini. Dulu sih belum ada 1/15 coffe .Untung saja  (dah dua kali menyebut kata ini) acara inti belum dimulai.

Ada game simulasi. Anak memegang gadget kemudian peserta yang ikut merayu sang adik. Jadi ingat anak-anak di rumah. Emang kudu  punya waktu untuk anak, agar mereka tidak memegang gadget.  Harus punya alternatif permainan yang menarik. Not reason, sesibuk apapun orang tua harus mendampingi anak agar tak tergantung dengan gadget (sedang menasihati diri sendiri).

Ani Berta Dari Perempuan memulai acara yang penting diketahui oleh orang tua ini.  Sita Laksmi, pembicara pertama, mengutip survei dari UNICEF 2012,  penggunaan PC sangat rendah dibandingkan teknologi mobile dan social networking (http://goo.gl/h4g393).

Tips dari Ibu Sita,

  •  Dari awal ajarkan anak-anak hal positif dalam penggunaan internet.

  •  Sebaiknya berteman dengan anak.


  •  Tanamkan! Gadget adalah barang mewah bagi anak  bukan hak mereka untuk memiliki.

  •  Beri batasan waktu hari biasa hanya boleh dua jam sedangkan  hari libur boleh tiga jam (sesuatu yang masih sulit diterapkan pada anak-anak saya, harus duduk bersama dengan mereka agar Ummnya juga tidak berlebihan).

  •  Perkuat konsep diri bukan pada kulitnya. Apa yang di kontribusikan anak-anak pada lingkungan? Siang tadi saya sambil mempersiapkan hidangan Idul Fitri berbincang pada anak pertama. Ia sekolah di pesantren, ketika liburan, kadang ia larut dengan gadget. Kesempatan mempraktekkan ilmu yang saya dapat dari Bu Sita. “Qowi, kalau kamu lebih banyak main game itu artinya waktumu tidak produktif.  Suatu saat kamu akan menyadari hidup lebih bermakna pabila  dapat berbagi dengan orang sekitar. Itu nilai-nilai keshalehan nak. Qur’an dan hadis bukan sekadar kau hapal. Harus kau implementasikan dalam kesaharian."

  • Konsisten. Saya sadar belum bisa konsisten menerapkan aturan pada anak-anak. Sebaiknya ada peraturan tertulis agar anak-anak bisa membaca dan mengingatnya, termasuk saya.

  •   Pemilihan gadget berdasarkan fungsi. Jangan sampai diri kita ter-drive oleh teknologi.



Pembicara kedua adalah Elga Yulwardian, Department Head Digital Media Partnership & Activation – Indosat, Tbk. 

Bertajuk Gadget & Z Generation Kids, Elga memaparkan baik atau buruk sebenarnya gadget? Bila makhluk dewasa dapat mengarahkan anak untuk hal yang baik maka positif. Misalnya  menggunakan gadget untuk membantu anak memperdalam pelajaran di sekolah. Kita, sebagai orang tua harus memperhatikan konten situs yang dibuka anak. Kalau perlu carikan aplikasi sesuai PR anak.


Sebulan telah berlalu. Banyak hal yang saya dapat setelah mengikuti talk show tersebut. Anak-anak mulai beralih ke PC kembali. Namun masih perlu waktu untuk memberi pemahaman pada mereka mouse ditangan mereka. Jangan sampai hal negatif yang mereka peroleh dalam berinteraksi dengan gawai/acing/gadget.

Teringat dua bulan yang lalu ketika saya memperoleh hadiah dari Nestle anak-anak  senang karena sebelumnya mereka belum punya gadget. Mereka sempat nyandu  sampai-sampai berkelahi berebut benda tersebut. Abinya melihat hal tersebut membelikan Tab, agar tidak bersitegang mulu. Duh Ummi dan Abi salah jurusan nih. Orang-orang sedang berkutat agar anak tak bergantung. Eh ini ??? Sadar-sadarnya ketika bertemu pimpinan sekolah Lazua, Ibu Endah dengan nada berseloroh, gadget haram storytelling yes.  Dongeng membuat bounding dengan anak.

“Ummi, bacakan aku buku cerita dong!” pinta Lazua beberapa hari yang lalu. Ketika Umm sedang sibuk mempersiapkan yang berkaitan dengan Idul Fitri. Maafkan nak, kadang Ummi lupa kembali fitrah itu artinya tak melupakanmu sebagai amanah. Suatu saat nanti Ummi ditanya. Kau telah dipoles apa saja oleh Ummi. Sudahkah Ummi mendidik anak sesuai dengan zamannya.