7/02/2012

BANGKITLAH



BANGKITLAH

Ini pertemuan kesekian kalinya aku dengan Helvy Tiana Rosa. Kalau anak abg tertarik dengan penyanyi pujaannya rela datang dari jauh dan berpanas-panas  dan berhujan-hujan menonton konser. Aku rela menempuh ribuan kilometer  (Percaya tidak? Jagakarsa- Kalibata beribu-ribu kilometer, cobalah kalau di jalani bolak-balik). Aku rela bermacet ria  (mudah-mudahan gubernur yang akan datang menemukan solusi. Amin) dan berkeliling karena ada bazaar mingguan.  Bukan karena ia termasuk The 500 Most Influential Muslims in The World (500 Tokoh Muslim Paling Berpengaruh di Dunia), Royal Islamic Studies Centre,Jordan, 2011. http://id.wikipedia.org/wiki/Helvy_Tiana_Rosa. Namun karena ia amat humble pada siapa saja. Coba bayangkan bagaimana tidak menyenangkan orang yang mempunyai sederet prestasi itu menyapa dirimu dengan ramah dan berbagi ilmu plus pengalamannya yang segudang.       

Beberapa waktu lalu aku membaca di Wall HTR,  LDK As Salam STEKPI  menyelenggarakan  bedah buku Tanah Perempuan karya HTR. Bagiku HTR mempunyai magnet tersendiri, selalu menarik untuk hadir di acara yang pembicaranya HTR.

HTR membuka bedah buku dengan bercerita ketertarikannya pada pahlawan-pahlawan perempuan di Indonesia seperti

  1. Hajjah Rangkayo Rasuna Said. Selama ini aku mengira Rasuna Said adalah laki-laki. Siapa Rasuna Said? Ia adalah tokoh perempuan pertama yang duduk di parlemen Indonesia. Jadi masuk akal namanya menjadi nama jalan protokol  di kawasan Kuningan Jakarta.
  2. Kemudian Rohana Kudus, wartawan dan pendiri surat kabar perempuan pertama Indonesia. http://id.wikipedia.org/wiki/Rohana_Kudus Ia juga mendirikan sekolah.
  3. Cut Nyak Dien
  4. Laksmana Keumalahayati, merupakan laksmana wanita pertama di dunia. Ia lulusan terbaik di Baitul Maqdis sebuah Akademi Militer. Ia membawa pasukannya yang kebanyakan Inong Bale di Aceh pada waktu itu. HTR dengan manisnya mendramakan Laksmana Keumalahayati  menikam Cornelis de Houtman. Dengan berseloroh HTR pasti yang teringat adalah Cornelis de Houtman bukan Laksmana Keumalahayati dibenak orang saat ini. Padahal kalau guru sejarah,  mau mengulas pejuang khususnya pejuang perempuan lebih dalam, betapa banyak pelajaran yang bisa dipetik. Tak mau menyalahkan guru sejarah. Beliau tentu sibuk dengan tugas beliau. Jadi tugas murid ikut aktif menggali sejarah dengan perfektip kebangsaan  dan keteladanan. Dahsyat sekali efeknya pada pembentukan karakter pembelajar/siswa, begitu bahasa HTR.
Perbuatan  yang menginspirasi adalah Laksmana Keumalahayati tidak mau menangis  dihadapan manusia kecuali dihadapan Allah         

  1. Safiatuddin Syah, seorang Sultanah yang sangat cantik. Ia bukan istri raja tetapi ialah yang memegang tampuk pemerintahan. Rata-rata perempuan Aceh memang cantik. Sultanah tak hanya cantik lahiriahnya tetapi juga perjuangannya cantik.  Pada saat pemerintahannya rakyatnya tak mau diberi zakat karena sejahtera. Safiatuddin Syah mengutus Yusuf al Qadri  untuk mengirim zakat ke Mekkah. Masya Allah.   Kondisi yang didambakan semua orang pada saat ini. Amin. Tak heran kondisi itu bisa diperoleh karena Safiatuddin rela naik turun gunung untuk melihat kondisi rakyatnya.
Buku Tanah Perempuan  adalah naskah drama yang dibukukan bercerita tentang Safiah cut Keumala. Namanya gabungan dari tiga tokoh perempuan pejuang asal Aceh. Perempuan yang mengalami zaman GAM dan tsunami. Beberapa kali ia mengalami kehilangan dan luka traumatis di benaknya.  Mala berpikir untuk mati namun sekonyong-konyong Mala bertemu dengan Laksmana Keumalahayati. Melalui kisah dan dialog, beliau menyemangati Mala untuk tetap bertaqwa. Kemudian Mala bertemu dengan Safiatuddin Syah, memberi inspirasi untuk selalu membangun negeri. Sesaat kemudian berhadapan dengan Cut Nyak Dhien, Cut Nyak Meutia, Pocut Baren dan Pocut Meurah Intan.  Cut Nya Dien menghardik semangat Mala. “Musuhmu sekarang bukan Belanda, anakku, tetapi diri dan ketakberdayaanmu. Bangkitlah!” Tentu ringkasan ini begitu ringkas dan tak menggambarkan  keseluruhan buku tersebut. 
Suatu hal yang aku peroleh dari pertemuanku dengan HTR kali ini  aku bertemu dengan pahlawan masa kini yakni Helvi Tiana Rosa. Bagaimanapun perempuan harus tangguh dan tegar. Semua potensimu bisa dikembangkan tekad dan latihan adalah kuncinya.  Hmmm merasa tertampar.  Yah, yang tertampar semangatku.


Free INDONESIA Cursors at www.totallyfreecursors.com

No comments:

Post a Comment