10/17/2014

BOHLAM UNTUK PLN

Ada bohlam besar  di atas Pasar Raya, Blok M ketika  BLOGdetik, PLN, dan sekitar 100 blogger duduk bersama dalam sebuah acara bertajuk  blogger bicara. Tepatnya di ruang teater Pinisi Edutaiment  Park. Bohlam itu tentu hanya sebuah hiperbola atas acara yang berlangsung tanggal 23 September 2014 tersebut. Kali ini PLN mengajak blogger menyumbangkan idenya untuk PLN. Sebelum masuk ke ruang perhelatan, blogger dipersilahkan menorehkan idenya di kertas dan kemudian tempel di papan yang sudah disediakan.

Masuk pada agenda inti, diskusi dengan Pak Bambang Dwiyanto (Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN)  dan M. Munief Budiman (Manajer Bidang Niaga PLN Distribusi Jakarta dan Tanggerang) bersama host bohlam Karel Anderson, maksudnya kaya ide. Para blogger diharapkan menulis sumbangsihnya di blog mereka. Blogger yang tidak hadirpun berkesempatan mengikuti lomba dalam rangka Hari Listrik yang 69 tahun.  Jika tahun lalu bertemakan bagaimana PLN bersih. Tahun ini bagaimana PLN menjadi lebih baik.  Belum ditulis saja sudah banyak ide yang berterbangan dari blogger setelah kedua narasumber memaparkan kinerja PLN. 


Saya sendiri menulis dikertas pink mengidamkan suatu saat PLN lebih memperhatikan sumber tenaga listrik yang terbarukan. Seiring dengan Pak Bambang yang mengungkapkan mendatang ada kemungkinan PLN menjadi perusahaan tenaga listrik. 

Ditilik dekat dengan garis khatulistiwa Indonesia sangat kaya dengan sinar matahari. Panjang siang hari sama  sepanjang tahun yaitu rata-rata 12 jam. Mengapa sangat lambat ke arah teknologi listrik tenaga surya? 


Di Jakarta saya menemukan panel surya di daerah tol dari bandara hingga pancoran (entah di daerah lain). Mengapa untuk rumah tangga masih belum digalakkan. Untuk swasta saya melihat sudah ada penjualan panel surya ini. Andai saja  dibuat dalam jumlah banyak tentu  menjadi lebih murah.

Tidak ada lagi masyarakat menengah ke bawah yang tertunggak pembayarannya. Mereka bisa menggunakan teknologi ini. Atau subsidikan saja mereka dalam bentuk panel surya. Bukan biaya bulanannya. Saya tidak tahu hitung-hitungan apakah lebih menguntungkan mensubsidi bertahun-tahun pada biaya pemakaian atau membelikan panel surya.Tidak ada lagi pencurian listrik karena mereka yang tidak mau membayar sebab  sudah mempunyai sumber listrik sendiri. 

Tidak ada keluhan  harga tarif dasar listrik naik.  Karena pemakaian listrik dengan tenaga yang lain telah berkurang. Apakah bisa dipakai secara bersama-sama? Jadi kalau memang teknologi masih kurang sempurna, tenaga surya hanya bisa dipergunakan untuk lampu penerangan sedang tenaga fosil untuk keperluan pemakaian yang lebih besar, mesin cuci, kulkas, AC dan lain-lain. 


Sumber

Blog detik. Keseruan Diskusi Bareng PLN di #BloggerBicara. 2014-10-17 pukul 10.17.










2 comments:

  1. Ide tulisannya bagus,,,, Perkenalkan saya, Idrus Dama
    Blogger Muslim Gorontalo
    www.cahayapena.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih. Salam kenal juga. Saya salut dengan PLN yang mau membuka diri dan BLogdetik yang mau menjembatani PLN dan masyarakat dalam hal ini blogger.

      Delete