9/29/2012

CINTA ITU DIRIMU

     Aku selalu senang membuka-bukamu karena banyak pesan dari Pencinta makhluk. Bagaimana tidak? Ketika pertama mengedipkan mata pada dunia ini, Abah membisikan kalimatNya  tentu saja ada padamu. Hanya saja diri lemah ini tak mau orang lain tahu karena katanya pamer. Seolah hati manusia berjendela, mereka bisa melongok ke dalam.
     Kenapa waktu kecil, tak dibilang pamer? Mereka bilang, good! Ayo terus semangat mencintaimu. Riang sekali membawamu setiap habis Magrib. Kadang listrik padam, berlari dengan kaki kiri dan kanan melompat gembira, menandakan tak masalah walau gelap. Maklumlah  setting tahun 1978. Guruku Umbui Janis membawa lampu templok, lalu bocah kecil itu mereguk dirimu terpatah-patah.
Semangat yang sulit ditularkan pada darah dagingku.

No comments:

Post a Comment