10/31/2015
TIPS MENGHADAPI ANAK PACARAN
1/10/2015
PERMEN
Adik suka sekali permen. Umm jaraaang membelikan.
Ketika Umm membuka kulkas. "Bluk"
What? Apa yang jatuh. Permen?
Sejuta tanya berkenyamuk di pikiran Umm. Siapa yang membelikan. Umm memungut benda itu.
Seketika Umm geli. Oh ya kemaren ke pasar tradisional beli terasi. Kemasannya mirip permen memang. Karena tadi merknya menghadap lantai dan dapur dalam keadaan remang-remang Umm mengira permen. Tambah geli membayangkan kalau Lazua tanpa tanya langsung buka bungkus dan hap. Pasti wajahnya langsung merah padam.
Umm cerita sama Abang Qw. Ternyata Ia juga mengira itu permen. Untungnya sempat baca. Abang geli sendiri juga ketika ia mengetahui hal itu bukan permen.
Umm cerita sama Lazua. Wajahnya terlihat tidak mudeng. Tanpa bermaksud menjahilinya Umm menyuruh Abang mengambil.
"Lazua mau ini? Aromanya kurang pas di hidung."
Ia mengangguk. Umm membukakan.
"Yaaa, Umm. Bohong." Ia terkejut ketika menyium aroma terasi.
"Ih tidak bohong. Umm tidak bilang ini, permen. Sekarang enak tidak kalau belum bisa membaca?"
"Tidak enak."
Hmm sebenarnya itu yang Umm tuju. Ingin Lazua merasa perlu bisa membaca. Yes. Tunggu saja. Bila itu datang dari diri sendiri, pasti lebih cepat. Insya Allah.
Cerita permen tidak berhenti sampai disitu. Manjang. Az pulang dari masjid. Umm ingin tahu bagaimana reaksinya.
"Az mau permen?"
"Mau."
Abang Qw mengambil satu buah. Rupanya Az sudah tahu itu sebelumnya. Umm korek bagaimana ia mengetahui.
Ketika ia mengulik kulkas. Menemukan permen X tersebut. Terbit seleranya. Ia menduga itu permen Asam Jawa. Ia menilik dan menimang-nimang. Kok warnanya berbeda, agak pucat. Setelah membaca ia tidak jadi mengkonsumsi. Glek. Ha ha masing-masing punya pengalaman dengan permen X.
Dari permen X, Umm juga belajar tidak jahil karena Az protes. Ia membaca tulisan di atas.
"Lho kok Umm bohong sama aku?"
Ya nak, mestinya Umm belajar konsisten untuk jujur walau itu dengan dalih ingin tahu reaksi Azra.
Tidak terasa tulisan ini, Umm belajar mengembangkan satu ide menjadi banyak cerita. Padahal dulu sangat sulit dilakukan.
12/09/2014
KICK LAZUA
Lazua mengomentari rambut saya, "Rambut Umm kayak mobil balap." Waduh mentang-mentang rambut saya warna-warni. Kiri kanan hitam putih.
***
Saya sedang makan tahu kemudian saya bicara sama Lazua, "Sini, Umm beritahu."
"Gak mau sudah kenyang. Padahal sebenarnya saya ingin memberitahu suatu hal #salahmengerti
***
"Umm sering dipanggil Anang. Kalau rambut Umm panjang ditertawakan teman-teman. Memang, Ummi seperti cowok, Lazua?"
Ia menjawab sambil menggeleng kepala, "Nggak."
Saya melambung sebentar sebab jawaban berikutnya adalah," Umm seperti bapak-bapak."
8/13/2014
Batu
"Kok ada batu di tempat tidur?" Qw menimang batu kecil sambil berjalan ke dapur mendatangi saya
"Azra, bawa dari sekolah."
"Untuk menahan pup ya?"
Azra membantah, " Untuk koleksi. Aku kan elemennya batu." Walah thoo le zamanmu koleksi berdasarkan elemen. Opho kuwi (apa itu).
Orang serumah geeer mendengar pertanyaan Qw dan jawaban Azra . Sudah lama tidak mendengar manfaat lain batu tersebut.
Dulu waktu kecil di tempat kelahiran, Binuang, Kalimantan Selatan, saya sering ke kebun dengan berjalan kaki. Bila kebelet saya menggunakan batu kecil diselipkan pada karet pakaian dalam dengan cara digulung bagian puser. Ajaib tersugesti bisa menahan pup sampai rumah.
"Qw darimana tahu hal itu?"
"Dari teman. Katanya dipegang atau dikantongi."
Wah rupanya walau beda tempat mitos itu sama. Bagaimana di negara Barat mereka juga mempunyai mitos seperti itu nggak ya?"
8/11/2014
Senang Main Game
Lama berselang sambil mewarnai mainannya yang terbuat dari kardus. Ia bertanya lagi.
"Mengapa tentara Israel tidak takut dengan polisi? Kalau mereka tidak mau mendengar jewer saja telinganya atau lempar ke empang."
"He he Lazua memang di Israel ada empang."
Lazua mengira polisi di Israel sama dengan di Indonesia. Polisi yang tugasnya menangkap orang jahat. Dulu ia pernah memukul abangnya, saya mengatakan Indonesia negara hukum barang siapa yang melakukan tindakan kekerasan termasuk memukul abangnya bisa ditangkap polisi. Rupanya ia ingat itu. Ia belum tahu negara Israel berbeda dengan Indonesia.
7/21/2014
MENGAPA UMM HAID?
7/15/2014
JURUSAN
2/11/2013
Sekantong Air
| Sumber: http://goo.gl/0I0GO |
Menyenangkan ketika ia meminta (mainan, makanan, buku, tamasya) yang ia lihat di TV, majalah dan sebagainya, aku menyambutnya dengan permintaan. "Berdoalah nak, doakan Umm banyak rejekinya. Ingatlah Umm tak bisa mengingat banyak. Satu hal Umm tak berjanji padamu. Bila bukan Umm yang mengujudkan impianmu, kamu sendiri yang akan mencapainya." Ia gembira mendengar ucapan itu. Aku tahu ia menangkap perkataanku bukan PHP.
Suatu anggukan membuat terharu. Ada saatnya Lazua mengerti dan kadang tidak. Pernah pulang dari suatu acara sudah lewat jam 10 malam anak bungsu ini meminta dengan keukeuh. Sudah kami jelaskan toko-toko sudah tutup. Kami ingin menunjukkan tak berbohong dengan cara mengajaknya mendatangi toko dan supermaket tersebut.
Ia tersipu malu. Selanjutnya jarang memaksa untuk dibelikan mainan.
Kadang tanpa kami tanya, ketika ia mengamati satu demi satu rak mainan. Dengan lantang, "Aku cuma mau lihat doang atau aku sudah punya banyak mainan." Pernah aku berkata membeli sesuatu yang berlebihan adalah mubazir.
Jadi ingat dosa dengan abang (aku banyak baca buku namun tak paham atau banyak sekali ibroh yang dilakukan Rasulullah, namun belum sampai ke hati dan telinga).
Ketika ia meminta mainan, persis seumuran Lazua. Terasa kejam, "Tidak! Umm tak punya uang kalau kau memaksa Umm konser di lampu merah." Hanya karena ingin mengatakan tak semua permintaan harus dikabulkan. Sayang tak bijak dalam berkata.
1/28/2013
Haram
Boleh Habiskan
Lazua dan Azra sedang meminum jus kulit Manggis + be polen. Dengan rukunnya satu gelas berdua (untung tak ada penyakit yang bisa saling menularkan).
"Dek, boleh abang habiskan?"
"Boleh, tapi sisakan sedikit ya!"
"Aneh banget adek ini boleh dihabiskan tetapi sisakan sedikit. Bagaimana itu?"
Umminya sedang kosentrasi pada hal yang lain, baru tertawa setelah dijelaskan Azra dua kali.
1/23/2013
Asertif
Kadang takut membuat seseorang submisif, tidak berani mengemukakan yang dirasakannya dan tidak disetujuinya. Kalau mengatakan apa adanya membuat orang yang agresif akan melakukan sesuatu pada dirinya. Perlu perjuangan memang dari submisif ke asertif.
Bagaimana Cara Mendidik Anak di Era Globalisasi
- mendampingi dan mengenali dunia anak
- menciptakan keluarga harmonis
- memperbaiki komunikasi dengan anak
- Ingat bukan tugas salah satu orang tua tetapi tugas bersama ayah dan ibu
- Ikuti perkembangan teknologi
![]() |
| Bertemu teman lama, Novi- juga adik teman kuliah, Irna yang kini tinggal di Kendari |
![]() |
| Al Qur'an pedoman hidup pada setiap zaman |
![]() | |
|
12/28/2012
Seminar Parenting Nabawiyah: Penyiapan Masa Baligh
- Nyalakan obor iman
- Munculkan semangat Fastabiqul
Khairat
- Semangat harus dipadu dengan
ilmu utuh
- Ayah bunda, damping mereka dalam
kebaikan
- Beri mereka kepercayaan dan
kesempatan!
- Katakan: Buktikan!
- Bimbing mereka hingga mengenali
sendiri kemampuan mereka
- Mereka yang menyampaikan atau
kita yang menyampaikan. Bila mereka sampai pada titik ahli tunggulah sampai
mereka sendiri yang menyatakan. Apabila mereka tak kunjung mengemukakan
padahal mereka sudah trampil itulah saatnya kita yang menyampaikan tentang
keahlian mereka.
- Teguh tauhidnya, nabi Ibrahim
(Ibrahim: 59-69)
- Penyelamat agamanya dari fitnah,
para pemuda Ashabul Kahfi (Al-Kahfi: 13-14)
- Membantu orang tua, saudarinya
Musa disuruh ibunya mengikuti nabi yang dihanyutkan di sungai hingga ke
istana. Anak perempuan yang hati-hati, teliti, cerdas sebab kalau meleset ia akan mati dan bertanggung jawab pada orang
tuanya. Ia berani mengajukan saran
kepada siapa bayi tersebut disusukan (Surat Thaha: 40-38)
- Pemudi dengan kesholehan mengagumkan
yang terpaksa mengerjakan pekerjaan laki-laki karena membantu ayahnya. Dua
anak perempuan nabi Syu’aib. (Al-Qashash: 23-26)
- Berkata tidak pada maksiat
syahwat. Nabi Yusuf (Yusuf:30)
- Tak mudah terprovokasi untuk
berbuat dosa. Dua orang pemuda yang satu pembuat roti tergoda untuk
meracun raja, akhirnya ia dihukum mati sedangkan pembuat minuman karena ia
berkeyakinan membunuh jiwa adalah dosa maka ia tak mau. Ia selamat.
(Yusuf:36)
- Pedamping Rasul (Musa). Dalam
Tafsir Ibnu Katsir pedamping nabi Musa adalah Yusya’ bin Nun, ia menjadi
nabi setelah meninggal Nabi Musa dan nabi Harun (Al Kahfi:62)
- Belajar mengenal konsep PN
- Forum diskusi untuk pengembangan
pengetahuan peserta
- Simulasi pola komunikasi orang
tua anak
- Belajar mengambil ibrah, tips
dari Qur’an dan Hadits.
- Konsep dasar PN
- Tahapan pola pendidikan PN sejak
dini
- Menerapkan pendidikan tauhid
12/11/2012
KIAMAT
"Soalnya tanggal 12 ini akan kiamat. Jadi buat apa belajar."
Umminya langsung garuk-garuk kepala. Salah motivasi nih.
![]() |
| Sumber Foto |
"Belajar memang untuk masa depan. Namun perlu diingat Allah menilai setiap proses usaha kita, misalnya belajar. Jadi walau besok kiamat harus tetap belajar. Lumayankan menambah tabungan akhirat (pahala)."
11/19/2012
Israel dan Emotional Quotient
- Mampu menyadari dan mengelola emosi diri sendiri
- Memiliki kepekaan terhadap emosi orang lain
- Mampu merespon
- Mampu bernegosiasi dengan orang lain secara emosional
- Menggunakan emosi sebagai alat untuk memotivasi diri
11/10/2012
SABUN SIRIH
10/29/2012
SIKAT GIGI
“Ubur-uburkan tak bisa hidup di darat.”
9/29/2012
CINTA ITU DIRIMU
9/21/2012
CITA-CITA
QOWI








