Showing posts with label ANAK. Show all posts
Showing posts with label ANAK. Show all posts

10/31/2015

TIPS MENGHADAPI ANAK PACARAN

Dalam Islam jelas sekali perintah untuk tidak mendekati zina. Mendekati saja sudah dilarang. Bagaimana kalau anak kita tiba-tiba menunjukkan tanda-tanda jatuh cinta? PR orang tua bertambah lagi. Kalau dilarang dengan keras bisa-bisa salah. Kalau dibiarkan juga salah. 

Ingat  ketika orang tua kita melarang pacaran. Oh inikah rasanya menjadi orang tua. Tingkat kekhawatiran pasti ada. Remajakan kan kadang tidak mengerti mengapa dilarang. Zamannya juga berbeda. Dulu mana ada hengpong. Mana ada WA. Dilarang segala macam cara ditempuh. Sembunyi-sembunyi. Kadang piranti itu diberi password. Eiit ada saja jalan Allah memberi tahu. Tiba-tiba saja bisa terbaca tanpa harus membuka passwordnya. Bagaimana caranya menghadapi anak pacaran?

1/10/2015

PERMEN

Adik suka sekali permen. Umm jaraaang membelikan.

Ketika Umm membuka kulkas. "Bluk"
What? Apa yang jatuh.  Permen?
Sejuta tanya berkenyamuk di pikiran Umm. Siapa yang membelikan. Umm memungut benda itu.

Seketika Umm geli. Oh ya kemaren ke pasar tradisional beli terasi. Kemasannya mirip permen memang. Karena tadi merknya menghadap lantai dan dapur dalam keadaan remang-remang Umm mengira permen. Tambah geli membayangkan kalau Lazua tanpa tanya langsung buka bungkus dan hap. Pasti wajahnya langsung merah padam.

Umm cerita sama Abang Qw. Ternyata Ia juga mengira itu permen. Untungnya sempat baca. Abang geli sendiri juga ketika ia mengetahui hal itu bukan permen.

Umm cerita  sama Lazua. Wajahnya terlihat tidak  mudeng. Tanpa bermaksud menjahilinya Umm menyuruh Abang mengambil.
"Lazua mau ini? Aromanya kurang pas di hidung."
Ia mengangguk. Umm membukakan.
"Yaaa, Umm. Bohong." Ia terkejut ketika menyium aroma terasi.
"Ih tidak bohong. Umm tidak bilang ini, permen. Sekarang enak tidak kalau belum bisa membaca?"
"Tidak enak."
Hmm sebenarnya itu yang Umm tuju. Ingin Lazua merasa perlu bisa membaca. Yes. Tunggu saja. Bila itu datang dari diri sendiri, pasti lebih cepat. Insya Allah.

Cerita permen tidak berhenti sampai disitu. Manjang. Az pulang dari masjid. Umm ingin tahu bagaimana reaksinya.
"Az mau permen?"
"Mau."
Abang Qw mengambil satu buah. Rupanya Az sudah tahu itu sebelumnya. Umm korek bagaimana ia mengetahui.

Ketika ia mengulik kulkas. Menemukan permen X tersebut. Terbit seleranya. Ia menduga itu permen Asam Jawa. Ia menilik dan menimang-nimang. Kok warnanya berbeda, agak pucat. Setelah membaca ia tidak jadi mengkonsumsi. Glek. Ha ha masing-masing punya pengalaman dengan permen X.

Dari permen X, Umm juga belajar tidak jahil karena Az protes. Ia membaca tulisan di atas.
"Lho kok Umm bohong sama aku?"
Ya nak, mestinya Umm belajar konsisten untuk jujur walau itu dengan dalih ingin tahu reaksi Azra.

Tidak terasa tulisan ini, Umm belajar  mengembangkan satu ide menjadi banyak cerita. Padahal dulu sangat sulit dilakukan.

12/09/2014

KICK LAZUA


Lazua mengomentari rambut saya, "Rambut Umm kayak mobil balap." Waduh mentang-mentang rambut  saya warna-warni. Kiri kanan hitam putih.

                                                                         ***

Saya sedang makan tahu kemudian saya bicara sama Lazua, "Sini, Umm beritahu."
"Gak mau sudah kenyang. Padahal sebenarnya saya ingin memberitahu suatu hal ‪#‎salahmengerti‬

                                                                         ***

Waktu di pom bensin saya mendengar petugas memanggil temannya, "Anang, Anang." Hal itu mengingatkan saya ketika  kecil hingga SMA, Saya dipanggil demikian. Kemudian hal itu saya ceritakan pada Lazua.

"Umm sering dipanggil Anang. Kalau rambut Umm panjang ditertawakan  teman-teman. Memang, Ummi seperti cowok, Lazua?"

Ia menjawab sambil menggeleng kepala, "Nggak."
Saya melambung sebentar sebab jawaban berikutnya adalah," Umm seperti bapak-bapak."

8/13/2014

Batu

"Kok ada batu di tempat tidur?" Qw menimang batu kecil sambil berjalan ke dapur mendatangi saya
"Azra,  bawa dari sekolah."
"Untuk menahan pup ya?"
Azra membantah, " Untuk koleksi. Aku kan elemennya batu." Walah thoo le zamanmu koleksi berdasarkan elemen. Opho kuwi (apa itu).
Orang serumah geeer mendengar pertanyaan Qw dan jawaban Azra . Sudah lama tidak mendengar manfaat lain batu tersebut.
Dulu waktu kecil di tempat kelahiran, Binuang, Kalimantan Selatan, saya sering ke kebun dengan berjalan kaki. Bila kebelet saya menggunakan batu kecil diselipkan pada karet pakaian dalam dengan cara digulung bagian puser. Ajaib tersugesti bisa menahan pup sampai rumah.
"Qw darimana tahu hal itu?"
"Dari teman. Katanya dipegang atau dikantongi."
Wah rupanya walau beda tempat mitos itu sama. Bagaimana di negara Barat mereka juga mempunyai mitos seperti itu nggak ya?"

8/11/2014

Senang Main Game

Saya mengajak Lazua untuk sholat Zuhur berjamaah. 
"Ayoo deek, setelah sholat  kita mendoakan teman-teman adik yang ada di Palestina."
"Memang aku punya teman di sana?"
"Iya kan sesama anak Muslim. Di Palestina juga ada anak Nasrani."
"Mengapa tentara Israel suka membunuh anak-anak?" tanya Lazua polos. Pertanyaan itu dijawabnya sendiri. "Barangkali, tentara Israel suka main game bunuh-bunuhan ya Umm?" Raut wajah khas anak-anak meminta persetujuan  saya.
"Ha ha Lazua, Lazua bisa saja."  Pasti opini seperti itu gegara Ia sering dilarang untuk tidak main game  bunuh-bunuhan. Ngeri, membayangkan game mucrat darah yang berseleweran diinternet dan jejaknya yang menempel diotak anak-anak.

Lama berselang sambil mewarnai mainannya yang terbuat dari kardus. Ia bertanya lagi.

"Mengapa tentara Israel tidak takut dengan polisi? Kalau mereka tidak mau mendengar jewer saja telinganya atau lempar ke empang."    

"He he Lazua memang di Israel ada empang."

Lazua mengira polisi di Israel sama dengan di Indonesia. Polisi yang tugasnya menangkap orang jahat. Dulu  ia pernah memukul abangnya, saya mengatakan Indonesia negara hukum barang siapa yang melakukan tindakan kekerasan termasuk memukul abangnya bisa ditangkap polisi. Rupanya ia ingat itu. Ia belum tahu negara Israel berbeda dengan Indonesia. 


7/21/2014

MENGAPA UMM HAID?

Mendekati akhir Ramadhan. Eh zi(si) Em, datang. Subuh ikut sahur dengan anak- anak agar tidak membuat mereka 'kacar' (bahasa Banjar: ngiler).

Siangnya sang Umm mengendap-ngendap ke dapur. Tengok kiri kanan barangkali juncil (jundi cilik) sedang lewat. 

Buka kulkas pelan-pelan. Tarik napas. Hup. Berhasil. Ada roti coklat. Slruuup sepertinya enak. Dengan sigap roti sudah berpindah ke tangan. Lalu plastik dibuka. Setengah kunyah tiba-tiba ada yang lewat. Sepertinya ia tidak memperhatikan. Jangan-jangan...ia melihat.

Benar ternyata ia melihat. Plastik plus roti diletakkan di belakang punggung.

"Umm, ada suara kresek kresek. Umm makan roti. Buka puasa?" Azra bertanya dengan mata yang menyelidik. 

"Mmm, iya anu," setengah gugup saya mengangguk. 

"Kok?" sebuah kata mengandung sejuta tanya.

"Umm haid."

"Oooh. Mengapa perempuan haid Umm?"

Ya ampun bagaimana harus menjelaskan pada anak laki-laki 10 tahun. Tidak mungkin apa adanya. Mengapa hal begini terlewat begitu saja. Ummnya tidak mencari tahu bagaimana menjelaskan. Dulu aman saja karena abangnya tidak bertanya. Nah ini, memang ia suka menanyakan hingga detil. 

Tanpa pikir panjang saya mencoba menjelaskan, "Haid itu agar perempuan hamil." Waaah sebuah kalimat rancu dan mengundang banyak pertanyaan. Apalagi untuk seorang Azra. Hik ia seperti Umm kecil.

"Kalau begitu Umm tidak usah haid saja. Nanti hamil lagi. Masa sudah tua punya anak lagi. Umm kan sudah punya anak tiga."

Umm tepok jidat. Pasti ia kira setelah haid Ummnya bakal hamil. Sudah tahu jadi orang tua zaman sekarang harus berilmu. Malah lalai tidak membaca bab ini. 

***

Malamnya ia masih penasaran. Kembali meluncurkan ketidakmengertiannya, "Mengapa Umm haid?"

"Haid itu pemberian Allah. Ada sel telur yang dititipkan di perut Umm. Setiap bulannya akan keluar dari perut." Sengaja tidak menggunakann kata rahim.

Iseng Azra keluar, "Mengapa Umm tidak bagi sama kita saja telurnya. Kan enak dimakan."

"Uaaaa, sel telur Za, bukan telur rebus, telur asin. Masa iya Azra mau ngubek-ngubek perut Umm"

***

Keesokan masih saja Azra melarang Umm haid, karena ia tidak mau punya adik lagi. Saya mau menjelaskan lebih dalam lagi.

"Haid itu pemberian Allah seperti Azra diberi kuping untuk mendengar. Setiap bulan perempuan yang sudah baligh akan haid. Bukan berarti setelah haid hamil. Sel telur yang ada dalam perut akan keluar apabila tidak dibuahi." Hupp sudah terlalu jauh, untung saja ia sedang tidak konsen dengan pembicaraan saya. Kalau tidak pasti akan ia akan tanya dibuahi itu apa Umm? Pertanyaan yang saya sudah tahu jawabannya. 

Sepengetahuan saya cara menjawabnya dengan analog seekor ayam betina bertemu dengan ayam jantan maka yang terjadi kemudian ayam betina akan bertelur. Tetapi untuk seorang Azra apakah jawaban seperti itu akan memuaskan dirinya.
Ayamnya Lazua: Flappy bird...mengapa bukan Flappy chick dek?







7/15/2014

JURUSAN

Wah anak sulungku sudah SMA,  umurnya sudah 14 tahun. Tepat tanggal 14 Juli 2014 ia menginjak sekolah barunya. Kami hormati pilihannya memilih sekolah yang terdekat dengan rumah. Ia juga sudah berani naik angkot sendiri. Hmm sudah besar ya bang (begitulah saya memanggilnya). Mungkin untuk orang lain hal tersebut bukan merupakan prestasi, tetapi buat saya itu prestasi. H h. 

Badannya yang bongsor itu belum bisa mengendarai motor sendiri, kami tidak memaksanya untuk belajar. Ikut aturan saja ketika ia sudah boleh mempunyai SIM, kami kira waktu yang tepat bagi dirinya untuk belajar.

Ketika  makan malam kesempatan saya bertanya pengalamannya  bersekolah dan info sekolah.

"Abang, kamu masuk jurusan apa?" Beberapa waktu yang lalu ia ditest untuk penempatan kelas. Berbeda dengan Ummnya saat kelas 2 SMA baru mendapat jurusan. 

"Jurusan IPA, kelasnya IPA2."

Azra yang makan disebelahnya nyelutuk, "Emang Abang punya jurus apa?"

"Wk wk wk memang Abang pencak silat?"





2/11/2013

Sekantong Air

Sumber: http://goo.gl/0I0GO
Kami mendapat bingkisan dari seorang kerabat. Oleh-oleh Umroh. Mata Lazua berbinar, "Asik dapat ikan ya Umm?" Aku tergelak karena yang ia duga bukan itu. 
Ia selalu berpikir sekantong air bening adalah tempat ikan. Dulu memang ia pernah membeli ikan dengan kantong seperti itu.
Kadang-kadang ketika  melihat plastik nganggur ia isi air. Bibirnya melengkung ke atas seraya  menunjukkan mainan yang baru dibikinnya.
"Ummi, nanti kita beli ikan ya!" Aku mengangguk dengan khawatir sebab ia membawa plastik itu ke ruang tengah.Bagi Lazua bermain bisa dengan apa saja.

Menyenangkan ketika ia meminta (mainan, makanan, buku, tamasya) yang ia lihat di TV, majalah dan sebagainya, aku menyambutnya dengan permintaan. "Berdoalah nak, doakan Umm banyak rejekinya. Ingatlah Umm tak bisa mengingat banyak. Satu hal Umm tak berjanji padamu. Bila bukan Umm yang mengujudkan impianmu, kamu sendiri yang akan mencapainya." Ia gembira mendengar ucapan itu. Aku tahu ia menangkap perkataanku bukan PHP.

Suatu anggukan membuat terharu. Ada saatnya Lazua mengerti dan kadang tidak. Pernah pulang dari suatu  acara   sudah lewat jam 10 malam anak bungsu ini meminta dengan keukeuh. Sudah kami jelaskan toko-toko sudah tutup. Kami ingin menunjukkan  tak berbohong dengan cara mengajaknya mendatangi toko dan supermaket tersebut.

Ia tersipu malu. Selanjutnya jarang memaksa untuk dibelikan mainan.
Kadang tanpa kami tanya, ketika ia mengamati satu demi satu rak mainan. Dengan lantang, "Aku cuma mau lihat doang atau aku sudah punya banyak mainan." Pernah aku berkata membeli sesuatu yang berlebihan adalah mubazir.

Jadi ingat dosa dengan abang (aku banyak baca buku namun tak paham atau banyak sekali ibroh yang dilakukan Rasulullah, namun belum sampai ke hati dan telinga).

Ketika ia meminta mainan, persis seumuran Lazua. Terasa kejam, "Tidak! Umm tak punya uang kalau kau memaksa Umm konser di lampu merah." Hanya karena ingin  mengatakan tak semua permintaan harus dikabulkan. Sayang tak bijak dalam berkata.

***

QAL, kantong airmu adalah  cita-cita, harapan dan doa. Kau boleh isi apa saja. konsekuenlah untuk mencapainya. Suatu saat kau akan tunjukkan di mata orang tuamu dengan binar terang bahwa kalian berhasil mendapatkan isinya.


1/28/2013

Haram

Kemaren
Ummi kehabisan stok  untuk menerangkan kepada Lazua. Ketika ia menemukan Pipiw (bahasa QAL untuk perempuan berpakaian dalam) pada tontonan internetnya. Tak ada filter memang. 
"Lazua, tahu gak nak itu haram, " terdengar sadis rasanya bahasa Ummi terhadap anak balita. 
"Haram itu berarti berdosa," duh apalagi dosa. Hal abstrak baginya.
"Di akhirat mata orang yang menonton akan ditusuk dengan besi panas bila melihat yang bukan haknya, " tambah parah Ummi menjelaskan hal ini pada anak.
Eh ajaib dia menurut. Langsung menutup kartun Pipiwnya.

Boleh Habiskan


Lazua dan Azra sedang meminum jus  kulit Manggis + be polen. Dengan rukunnya satu gelas berdua (untung tak ada penyakit yang bisa saling menularkan).
"Dek, boleh abang habiskan?"
"Boleh, tapi sisakan sedikit ya!"
"Aneh banget adek ini boleh dihabiskan tetapi sisakan sedikit. Bagaimana itu?"
Umminya sedang kosentrasi pada hal yang lain, baru tertawa setelah dijelaskan Azra dua kali.



1/23/2013

Asertif

Ketika menulis  Bagaimana Cara Mendidik Anak di Era Globalisasi  menemukan kata-kata asertif. Menjelajahi berbagai tulisan di blog dan e-book, saya mengambil kesimpulan asertif itu adalah adalah salah satu sebuah sikap komunikasi seseorang. Berani menyatakan pendapat tanpa harus membuat lawan bicara tersinggung. Sulit ilmu yang satu ini, tetapi bisa toh dipelajari.

Asertif  berdampingan dengan tegas. Berbeda dengan kasar, keras, agresif. Sering kasar dan keras diartikan sebagai ketegasan. Misalnya kita tidak suka dengan seseorang kita meludah di depannya dengan sengaja. Menurut saya itu kasar bukan tegas. Bukan menyatakan sebuah sikap yang baik. Kalau tidak setuju dengan seseorang lebih baik katakan daripada anda berkubang dengan kebencian. Seumur-umur anda akan dihantui oleh kebencian. Anda tak akan bisa fokus pada pekerjaan bila hati anda penuh kebencian. Ingat lho Allah Maha Tahu hati seseorang.

Hari ini saya menangkap seorang anak  meludah dari lantai dua. Saya tidak marah namun memilih memberi tahu dengan baik padanya. "Sebaiknya jangan lakukan itu  karena ludahmu  bisa mengenai orang yang di bawah."
Saya kira ia tidak masuk ketika pelajaran IPA. Guru  menerangkan  yang terkandung dalam  ludah tersebut. 

Ketika belum banyak membaca tentang komunikasi dengan anak dan  sikap  Rasul terhadap anak-anak, kadang saya  kasar terhadap anak-anak. Pemikiran dan sikap yang salah. Kasar dan keras terhadap anak memang cepat membuat mereka mematuhi keinginan saya. Namun umurnya tak panjang. Mereka patuh namun tak mengerti. Hanya takut.

Kadang takut membuat seseorang submisif, tidak berani mengemukakan yang dirasakannya dan tidak disetujuinya. Kalau mengatakan apa adanya membuat orang yang agresif akan melakukan sesuatu pada dirinya. Perlu perjuangan memang dari submisif ke asertif. 






Bagaimana Cara Mendidik Anak di Era Globalisasi


Ahad tanggal 6 januari 2013. Pagi sekali sekitar jam 07.00 aku berangkat dari rumah. Menurut undangan telat. Alhamdulillah acara belum dimulai. Ketika berada di parkiran motor bertemu Eti (Nur Baiti) teman yang menginfokan seminar gratis yang bertajuk Bagaimana Cara Mendidik Anak di Era Globalisasi.

Acara dimulai oleh pembawa acara dengan mengajak peserta menyuarakan jargon: Al Iman- memberi, membagi setulus hati. Talk show- keluargaku, surgaku. Selanjutnya udara aula Mesjid Al Wiqoyah dipenuhi oleh tiga orang anak tasmi’ surat An-Naba. Menyentuh tak hanya karena ia hapal namun juga berani menunjukkan cintanya pada Qur’an. Hanya orang yang mau saja untuk mengingat dan berusaha menempelkan di kepala Kalamullah. Masya Allah. Sangat beruntung orangtuanya bila putra putrinya mau menghapal (tentu juga mengimplimentasikan dalam kehidupan), orang tuanya akan mendapatkan mahkota di negeri abadi nanti.




Sementara orang tua mengikuti seminar anak-anak mengikuti lomba mewarnai, sayang tak sempat mendokumentasikan kegiatan anak-anak tersebut.


Dihadapan peserta sudah berdiri ketua panitia Ustaz Fauzi Bahreisy. Beliau bercerita asal muasal Majelis Al Iman dari Forsika. Saat ini akan membangun Al-Iman Islamic Center (http://www.alimancenter.com/default/al-iman-islamic-centre.html). Kegiatan yang sudah berlangsung adalah sarana pengajaran tahsin, pelatihan pengkaderan, pengurusan jenazah, pengembangan website, pelatihan sebagai amal saleh memberikan kontribusi sebesar-besarnya untuk umat. Untuk itu perlu sebuah tempat sebagai sentral kegiatan. Langkah pertama adalah pembebasan lahan. Perlu banyak dana untuk langkah-langkah tersebut.

Astri Ivo: Pendidikan Anak di Era Globalisasi
Anak-anak shaleh itu tidak dilahirkan tetapi hasil didikan. Begitu artis cantik luar dalam ini memulai wacana tentang bagaimana cara mendidik anak di era globalisasi. Hampir semua orang dari anak-anak hingga orang dewasa kini mempunyai tetangga tak hanya yang di sebelah rumah namun juga global karena internet.


Banyak orang tua, tidak siap menghadapi tantangan global, seperti diterjang tsunami canggih dan intensitasnya sering. Globalisasi merupakan suatu dampak akibat  semakin majunya teknologi serta cara berpikir manusia, dapat berdampak positif maupun negatif pada setiap orang. Pandai-pandailah memilah dan memilih informasi dan budaya yang datang dari luar.

Orang tua hendaknya

  • mendampingi dan mengenali dunia anak
  • menciptakan keluarga harmonis
  • memperbaiki komunikasi dengan anak
  • Ingat bukan tugas salah satu orang tua tetapi tugas bersama ayah dan ibu
  • Ikuti perkembangan teknologi

Tugas utama orang tua memberikan landasan yang kuat dan bekal yang cukup untuk menghadapi era baru. Kewajiban mendidik hingga gerbang surga. Dalam surat Al-Lukman itu ada parenting.

Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).

Mengerti perkembangan tahapan anak adalah salah satu langkah yang harus dipunyai orang tua. Anak bukan milik tetapi titipan. Ingat didiklah anakmu karena ia hidup bukan di zamanmu (Hadits Rasulullah). Setiap anak lahir dalam keadaan fitrah. Anak adalah amanah, permata hati, tumpuan harapan dan cita-cita sekaligus ujian.

Berinteraksi dengan ketiga putranya Astri Ivo sering menemukan anak-anaknya mempunyai pendapat sendiri. Freedom of choice. Namun harus diingat kebenaran milik Allah. Setiap pilihan hendaknya berlandaskan hal tersebut. Landasan yang dapat mem-back up pengaruh media. Pengaruh itu pada pengetahuan,

- cara berfikir,
- bersikap
- perilaku.

Media berdampak positif bila

- muatannya edukatif
- sebagai hiburan yang mengolah rasa dan mencerahkan
- dikonsumsi secara proporsional
- ada pedampingan  orang tua.

DR Sitaresmi Soekanto

Definisi dunia berubah menjadi desa kecil akibat adanya internet. Jangan sampai kecanggihan teknologi menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh.  Artinya, orang yang di samping kita (keluarga) tidak dekat secara komunikasi namun orang yang jaraknya jauh malah lebih intens. Pernah melihat sekeluarga pergi ke restoran malah masing-masing sibuk dengan gadget.

Nenek muda yang masih berumur di bawah limapuluh tahun ini acapkali bergaul   dengan cucu yang masih berumur 4 tahun. Ada hal yang membuat beliau terperangah ketika sang cucu bertanya, “Mengapa di buku ini tidak ada gambar Nabi Muhammad?” Pertanyaan seperti ini tidak muncul pada generasi orangtuanya.

Ibu Sitoresmi menjawab pertanyaan, “Biar surprise… nanti bisa bertemu Rasulullah di surga.” Menjawab pertanyaan anak harus sesuai umur,  imbuh Ibu Sitoresmi.

Fungsi bimbingan dalam rumah  diharapkan anak mempunyai imunitas yaitu  kemampuan memilih dan memilah. Al Qur'an sebagai pembeda mana yang haq mana yang batil.  Qur'an adalah furqan

Kadang orang tua bersifat  egois ketika berinteraksi dengan anak. Sifat yang sebaiknya dihilangkan.   Seperti yang diceritakan  seorang anak kepada Ibu Sitoresmi.

"Ibuku  memaksakan  kehendak agar aku masuk ke jurusan IPA padahal aku memilih jurusan yang lain.”

Jawab beliau, "Katakan kepada Ibumu ajari  aku  matematika atau hal-hal eksak tiap hari. Pasti sang ibu berkata, “Baiklah pilihanmu yang dijalankan.”

Menghadapi dunia yang berjalan dengan cepat dan penuh godaan ini orang tua harus menjadi sahabat bagi anak-anak dan remaja.  Syaratnya harus menyediakan waktu.  Walau sesibuk apapun dengan cara berdialog misalnya.  Libatkan diri dengan kehidupan mereka bukan sekadar melihat atau menjadi pangamat. Arahkan  hobi/minat anak pada hal positif. Anak-anak harus mempunyai cita-cita dan ajarkan anak bersikap asertif.  katakan dengan jujur tanpa menyakiti. Pernah terjadi pada anak bu Sitoresmi diajak masuk gereja untuk menunjukkan ia toleransi atau tidak. Sikap anak tersebut menolak dengan sopan dan menunggu di depan saja.

Sikap asertif juga harus dimiliki  pada kasus-kasus narkoba dan sex bebas. Anak mengatakan tidak bukan karena insyaf namun sejak awal mengatakan mau bebas dari kasus tersebut.  (Bagi remaja/orang dewasa yang sedang dalam kasus tersebut, semoga dibukakan hati (doaku), takutlah pada waktu yang abadi nanti, karena siksaan tak akan pernah berhenti, lebih baik membersihkan diri di dunia).

Bu Sitoresmi juga menyarankan pada para Ibu lebih mencek hapalan Qur’an daripada jauh-jauh ke pasar grosiran hanya ingin membeli barang lebih murah. Sayang waktunya. Setelah itu  beliau mengajak para peserta seminar untuk menyaksikan sebuah video.

Pertama yang muncul adalah Tiger wood sedang melatih para pemain golf. Ketika di ajarkan oleh Tiger mereka bisa memukul bola dengan baik. Namun ketika Tiger meninggalkan lapangan yang terjadi adalah pukulan para pembelajar tersebut  bubrah. Kacau.
Kemudian seorang dirijen mengarahkan pada bagian orkestra. Irama yang terorkestra baik musik bagi telinga.

Apa yang terjadi bila anak kecil memimpin orkesta. Otak seperti orkestra. Bila yang memimpin anak kecil maka yang terjadi adalah disharmoni,  masih banyak  sinaps yang belum terhubung. Mereka belum bisa menguasai diri sepenuhnya.

Bagaimana dengan yang remaja, orkestra mulai menghasilkan harmoni, namun belum sempurna. Masih saja ada sinyal-sinyal yang kacau dan kadang tak dapat mengontrol apa yang terjadi.  Pada saat remaja banyak  hal yang terjadi pada lobe frontal.


Bertemu teman lama,  Novi- juga adik teman kuliah, Irna  yang kini  tinggal di Kendari

Sesi Tanya Jawab

 Anak adalah ujian.  Apakah semua anak ujian? bagaimana cara mendidik anak yg baik?

Jawabannya:

Manusia itu peserta ujian. Sayang tidak bisa pilih memilih soal ujian, Tak semua anak ujian. Kalau kebagian ujian seperti ini sungguh-sungguhlah mendidik anak. اَللّÙ‡ُ akan memberi  selalu way out. Anak itu amanah harapan cita-cita. Dia harus cerdas spritual tabligh ruhiyyah. 

Asmaul Husna menggambarkan sifat-sifat Allah. Ia Maha menyembuhkan. Jangan hanya      belajar menghapal tetapi belajar sifat-sifatNya
- Anak-anak harus cerdas secara fisik jangan malnutrisi, cerdas sosial jangan bergelar tetapi - tidak terdidik, dapat menjawab dan berkompetensi
- Bila berbicara ibadah pada anak jangan seperti sersan mayor bertanya pada prajuritnya.     Sapa hati anak. Sentuh jiwanya.
- Ikat dan kunci dengan Qur’an. Tak boleh memaksa tetapi orang tua harus terus berjuang. Ibroh cerita Rasulullah, ada seorang anak (abu Mahdzurah) mengolok-olok azan. Rasulullah tidak marah berkata “aku ajarkan azan yang baik.” Anak yang bersuara emas itu akhirnya jadi muadzin di kota Mekkah

Al Qur'an pedoman hidup pada setiap zaman

- Apresiasi. Rasulullah melihat anak-anak bermain role playing dagang. Beliau ikut ambil bagian. Selesai membeli beliau mendoakan penjual barakallah fiikum. Anak-anak senang dan mendapat pelajaran nyata tentang penghargaan. Jadi ingat Balqiz (http://37mw.blogspot.com-/2012/12/melihat-lewat-balqiz.html) ia dibimbing bundanya dengan benda nyata bukan mainan. Piring bukan terbuat dari plastik. Ketika mengajarkan membawa piring. Ibu jempol, yang memberikan kepercayaan penuh pada anaknya bisa melakukan dengan baik.
- Selalu berdoa.

Bagaimana dengan anak yang suka menunda sholat?

Katakan tidak ada siaran tunda sholat Jum’at. Sholat wajibpun sebaiknya tepat waktu.

Hari itu acara ditutup dengan door prize dan pembagian hadiah anak-anak yang ikut lomba mewarnai. Ibu dapat Ilmu anak dapat pengalaman lomba. Mudah-mudahan Islamic  Center lekas terwujud.



Nak  (Qowi, Az, Lazua) tatap Ummi, jadi anak- sholeh anak sholeh

12/28/2012

Seminar Parenting Nabawiyah: Penyiapan Masa Baligh


Bertempat di Universitas Al-Azhar Indonesia, Jalan Sisingamaraja 25 Desember 2012,  aku datang bersama ibu Lia tetanggaku yang menginfokan acara ini. Sebelumnya mendaftar di FB https://www.facebook.com/parenting.nabawiyah seminar Mendidik Anak menjelang Baligh,  walau sudah di luar quota panitia tetap menerima. Senangnyaa. Tak mendapat fasilitas tak apa-apa yang penting bisa ikut belajar (pada akhir acara aku kebagian buku…ini namanya rejeki  gak akan kemana-mana) Terus terang tak banyak yang aku ketahui tentang parenting nabawiyah. Apalagi yang berkaitan dengan usia jelang baligh atau yang baru saja baligh. Anak pertamaku saja, karena ilmu kurang, kami (aku dan suami) percayakan pada pesantren untuk membentuk ruh anak. Di rumah sulit mendisiplinkan  ia dan adik-adiknya untuk menghapal dan menjaga hapalan Qur’an, belajar, kemandirian dan lain-lain.

Ustaz M. Ilham Sembodo, S.Pd mengawali acara. Dengan berbagai cerita tentang tanggapan orang tua terhadap remaja. Sering hanya karena anak remaja tidak kumpul bersama teman-temannya dikatakan tidak gaul dan bila melihat anak tawuran atau perbuatan khas remaja…yaa memang begitulah remaja. Bagaimana? Apakah ini mindset yang harus dibenarkan?

Sebelum acara utama ada sambutan wakil rektor Dr. Ir. Ahmad H. Lubis, M.Sc, Alhamdulillah ada sponsor yang mau menyokong acara sehingga memberi ruang belajar hampir 400 orang.
Berikutnya pantomim dua orang pemuda awalnya setiap mendengar azan tidak sholat setelah membaca buku mereka mendengar azan langsung sholat, begitu kira-kira yang bisa disimpulkan dari gerakan mereka.

Islam Menyiapkan Generasi Menuju Baligh
Batasan baligh tidak sesederhana sudah mimpi basah dan sudah haid. Lebih dari itu. Namun Arab kok menggunakan Murohaqoh yang artinya pubertas. Sedangkan dalam kamus Arab bermakna kedunguan dan kebodohan. Bahasa Inggris teenager.
Padahal bila dilihat kondisi anak muda khususnya kaum muda muslim sekarang lebih tepat di sebut dengan fata atau al futuah sebuah semangat dinamisasi yang luar biasa. Dalam Qur’an ada tentang para pemuda Ashabul Kahfi. Karena tidak mau tercemar dari lingkungan dan sistim yang rusak mereka bersembuyi di gua.

Kenapa yaa kok istilah saja diributkan? Masalah? Menurutku, Ustaz Budi ingin bila bersinggungan dengan sipemilik umur peralihan makna positiflah yang muncul di kepala. Ketika ustaz Ilham bicara diawal tentang salah pandang tentang remaja yaa memang betul tak semua pemuda harus mengalami hal-hal salah. Ada (banyak) pemuda (pada saat peralihan umur) mereka aman-aman saja atau keguncangan dan kenakalan di usia ini bukan yang pasti dan harus dilalui oleh anak-anak kita. Contoh pemuda Hijaz (Mekah dan Madinah pada zaman Rasul dan sekarang) atau sederet prestasi yang diraih remaja Indonesia.

DR. Khalid Ahmad Asy Syantut  menyebarkan kuisioner pada orang tua yang mempunyai komitmen tinggi terhadap Islam dan pendidikan Islam. Anak-anak mereka
84 % tidak membangkang pada orang tua,
52% tidak memilih teman yang tidak disukai keluarga,
60% orang tua menyibukkan waktu anak-anak mereka dengan hal manfaat, menghapal Al-      Qur’an, membaca, camp musim panas
60% memandang usia remaja bukan masalah.
64% anak-anak mereka melaksanakan ibadah dengan sungguh-sungguh setelah usia baligh.


Sudah waktunya berkiblat pada pendidikan Hijaz. Seperti apa itu? Budi Ashari dalam bukunya Remaja, antara Hijaz dan Amerika (Kemaren aku tak sempat bertanya pada beliau mengapa Amerika yang diambil bukan negara-negara di Eropa atau yang lainnya. Di Amerika sendiri barangkali ada yang menggunakan parenting Nabawiyah)

  1. Nyalakan obor iman
  2. Munculkan semangat Fastabiqul Khairat
  3. Semangat harus dipadu dengan ilmu utuh
  4. Ayah bunda, damping mereka dalam kebaikan
  5. Beri mereka kepercayaan dan kesempatan!
  6. Katakan: Buktikan!
  7. Bimbing mereka hingga mengenali sendiri kemampuan mereka
  8. Mereka yang menyampaikan atau kita yang menyampaikan. Bila mereka sampai pada titik ahli tunggulah sampai mereka sendiri yang menyatakan. Apabila mereka tak kunjung mengemukakan padahal mereka sudah trampil itulah saatnya kita yang menyampaikan tentang keahlian mereka.

Gambaran Pemuda dalam Al-Qur’an
  1. Teguh tauhidnya, nabi Ibrahim (Ibrahim: 59-69)
  2. Penyelamat agamanya dari fitnah, para pemuda Ashabul Kahfi (Al-Kahfi: 13-14)
  3. Membantu orang tua, saudarinya Musa disuruh ibunya mengikuti nabi yang dihanyutkan di sungai hingga ke istana. Anak perempuan yang hati-hati, teliti, cerdas sebab  kalau meleset ia akan mati  dan bertanggung jawab pada orang tuanya.  Ia berani mengajukan saran kepada siapa bayi tersebut disusukan (Surat Thaha: 40-38)
  4. Pemudi dengan kesholehan mengagumkan yang terpaksa mengerjakan pekerjaan laki-laki karena membantu ayahnya. Dua anak perempuan nabi Syu’aib. (Al-Qashash: 23-26)
  5. Berkata tidak pada maksiat syahwat. Nabi Yusuf (Yusuf:30)
  6. Tak mudah terprovokasi untuk berbuat dosa. Dua orang pemuda yang satu pembuat roti tergoda untuk meracun raja, akhirnya ia dihukum mati sedangkan pembuat minuman karena ia berkeyakinan membunuh jiwa adalah dosa maka ia tak mau. Ia selamat. (Yusuf:36)
  7. Pedamping Rasul (Musa). Dalam Tafsir Ibnu Katsir pedamping nabi Musa adalah Yusya’ bin Nun, ia menjadi nabi setelah meninggal Nabi Musa dan nabi Harun (Al Kahfi:62)

Begitu lebih kurangnya ilmu yang aku dapat dari menghadiri seminar tersebut dan membaca buku yang aku peroleh. Kalau ada kesalahan tentu itu karena kelemahanku dalam menangkap pesan.
Oh ya ada Training Parenting Nabawiyah (PN) info www.parentingnabawiyah
Fase Baligh: Pemuda atau Remaja (kode FB)
  • Belajar mengenal konsep PN
  • Forum diskusi untuk pengembangan pengetahuan peserta
  • Simulasi pola komunikasi orang tua anak
  • Belajar mengambil ibrah, tips dari Qur’an dan Hadits.
Pola Pendidikan PN sejak Dini (kode GR)
  • Konsep dasar PN
  • Tahapan pola pendidikan PN sejak dini
  • Menerapkan pendidikan tauhid

12/11/2012

KIAMAT

Azra malas-malasan belajar. padahal sedang Ulangan Semester. Aku tanyakan penyebabnya.

"Soalnya tanggal 12 ini akan kiamat. Jadi buat apa belajar."

Umminya langsung garuk-garuk kepala. Salah motivasi nih. 

Sumber  Foto 
Ibu Rosmalawati Chalid
Direktur Kerjasama Fungsional ASEAN


"Belajar memang untuk masa depan. Namun perlu diingat Allah menilai setiap proses usaha kita, misalnya belajar. Jadi walau besok kiamat harus tetap belajar. Lumayankan menambah tabungan akhirat (pahala)."

11/19/2012

Israel dan Emotional Quotient

     Sudah jutaan orang berharap Israel menghentikan invasinya pada Palestina. Baik dari bangsa Israel  sendiri maupun beratus bangsa lain. Berpuluh tahun. Ini masalah sangat serius. Ini bukan masalah menang dan kalah. Bukan masalah harga diri kalau seandainya menghentikan serangan dan hidup damai berdampingan. Ini masalah kemanusiaan.

       Pertengahan November 2012 Gaza kembali bergolak. Coba simak di web ini. Anak-anak dan kaum Ibu terkena dampak. Apakah orang Israel yang menyerang itu tak punya anak-anak? Tak punya Ibu?  Mereka terlahir dari siapa? Tak pernahkah mereka menjadi anak-anak? Tak pernah mereka merasa seandainya posisinya dibalik. Mereka yang merasakan semuanya. Mengapa mereka tak mau menghentikan? Motivasi apa sehingga tidak bisa menghentikan diri untuk menginvansi?
     Saya tahu orang Israel sangat cerdas tetapi mengapa tak digunakan dengan baik pada masalah Gaza. Berapa Emotional Quotient mereka sebenarnya. Menurut yang saya baca dari Wikipedia terdapat lima bagian kecerdasan emosional seseorang menurut Howard Gardner (1983)
  1. Mampu menyadari dan mengelola emosi diri sendiri
  2. Memiliki kepekaan terhadap emosi orang lain
  3. Mampu merespon 
  4. Mampu bernegosiasi dengan orang lain secara emosional
  5. Menggunakan emosi sebagai alat untuk memotivasi diri
     Dari parameter  tersebut diatas berapa ya EQnya Israel. Saya tak punya kemampuan untuk menghitung. Tentu akan ada orang mau dan mampu mengukurnya. 
     Semua orang punya masalah. semua negara punya masalah. Haruskah menyelesaikan masalah itu menyerang negara lain? Mengetuk hati PM Israel Benjamin Netanyahu  yang tak mau menghentikan agresi militernya (baca Republika).
      

    

11/10/2012

SABUN SIRIH



Kalau tidak bikin tertawa bukan anak-anak . Azra byur-byur di kamar mandi. Masuk tanpa busana. Hanya handuk diselempangkan. Masuk kamar. Sudah berapa kali di bilang itu aurat harus ditutup.
            “Ummi, ummi, sabun sirih itu sabunkan?”
            “Iya.”
            Aku mulai curiga. “Kamu pakai ya?”
            “Iyaa.”
            Huaahaha, tawaku lepas. Walah nak itukan sabun khusus perempuan. Azrakan laki-laki. Nyabunnya gak nanggung-nanggung ke seluruh badan. Gimana tho le kok gak dibaca peraturannya. Tepok wajah.
***
Azra n Abi, Gunung MasJadi ingat ketika dia masih TK, lima tahu yang lalu. belum bisa baca. Ceritanya mau genit. Pingin rambutnya klimis. Pas di supermarket  dia ambil sesuatu di rak anak-anak. Aku tak memperhatikan sibuk mengambil keperluan yang lain. Bentuknya semacam Gel.
Keesokkan harinya dia pakai. Aku lihat kok lengket-lengket dan sangat wangi. Aku periksa label penunjuk. Ternyata sabun.  Ya ampun. 

10/29/2012

SIKAT GIGI




    “Ayo dik, kita sikat gigi dulu. Lalat, laba-laba dan nyamuk menunggu, Kalau kau tak sikat gigi. Begitu juga dengan ubur-ubur.” Sembarangan banget niii Ummi. Aku memeragakan mulut mendengkur  lalu terbuka dan tanganku seperti binatang-binatang itu masuk ke dalam mulut.
    “Ubur-uburkan tak bisa hidup di darat.

 “huahaaha,” Umminya mati gaya. Lazua sudah tahu logika hidup walau ia belum sekolah. 




9/29/2012

CINTA ITU DIRIMU

     Aku selalu senang membuka-bukamu karena banyak pesan dari Pencinta makhluk. Bagaimana tidak? Ketika pertama mengedipkan mata pada dunia ini, Abah membisikan kalimatNya  tentu saja ada padamu. Hanya saja diri lemah ini tak mau orang lain tahu karena katanya pamer. Seolah hati manusia berjendela, mereka bisa melongok ke dalam.
     Kenapa waktu kecil, tak dibilang pamer? Mereka bilang, good! Ayo terus semangat mencintaimu. Riang sekali membawamu setiap habis Magrib. Kadang listrik padam, berlari dengan kaki kiri dan kanan melompat gembira, menandakan tak masalah walau gelap. Maklumlah  setting tahun 1978. Guruku Umbui Janis membawa lampu templok, lalu bocah kecil itu mereguk dirimu terpatah-patah.
Semangat yang sulit ditularkan pada darah dagingku.

9/21/2012

CITA-CITA



Cita-cita anak-anak  sekarang lucu-lucu. Trio QAL, di masa balitanya punya cita-cita di luar kotak berpikirku. Alasannya pun beragam.

QOWI
 “Ummi, aku ingin jadi arkeolog.”
Aku bengong sebentar, anak lima tahun itu bercita-cita jadi arkeolog. Wacana itu tak pernah aku gelontorkan di kepalanya. Biasaaa Umminya produk kadaluarsa. aku mengenalkan padanya seperti profesi -dokter, insinyur, penulis, presenter, artis, tukang gali kubur, tukang sayur, dan lain-lain.
“Mengapa kamu ingin menjadi arkeolog? Ummi sok ilmiah, menggunakan kata mengapa pada anak-anak. Bertanya mengapa pada anak-anak itu penting karena membuat mereka berpikir. Walaupun jawab mereka melenceng dari prakiraan. No problemo.
“Karena aku ingin kaya Ummi.”
“Hah!” Aku membuka email  di otakku, adakah aku mengirim email dari otakku ke otaknya,  file  tentang orang ingin kaya.
“Kalau jadi arkeolog kan menemukan harta karun. Aku jadi kaya deh, Umm.”
Aku  membelai rambutnya,“Qowi, di Indonesia, setiap orang yang menemukan harta karun, itu milik menjadi milik Negara, kecuali pihak swasta yang sengaja mencari harta karun. Itupun ada aturannya. Oooh, kalau begitu kamu jadi geolog saja Qowi, biar cari minyak.”
“Tidak Ummi, aku tetap ingin jadi arkeolog. Aku senang dengan candi, piramid, dinosaurus (Paleontolog). Aku lihat arkeolog di Film-film jadi kaya karena menemukan harta karun.” Aku senyum di hati. Sudah berapa kali ia menggunakan kata kaya. Banyak sekali pengaruh tontonan pada cara berpikir anak. Aku berdoa mudahan dia banyak yang menyerap yang baik-baik saja pada setiap tontonan yang ia lihat.
“Iya deh, nak terserah kau. Satu hal yang harus kau ingat jadilah profesional dalam bidangmu. Kalau bisa cari ilmunya sampai setinggi-tingginya.

Catatan terselip:
Buka aib Qowi waktu kecil. Duuh maaf ya Qowi, sekarang kan Qowi sudah jadi pemberani. Mudahan ini bukan buka aib. Mudahan jadi pembelajaran yang lain. Qowi sangat penakut, waktu kecil sering ditakut-takuti oleh pengasuhnya  dan banyak bertemu orang yang senang menakut-nakuti. Ke kamar mandi saja minta ditemani adiknya. Kalau dipikir-pikir adiknya bisa apa kalau sesuatu yang ajaib datang. Banyak kata ku suntikkan ke pikiran Qowi agar  jadi anak pemberani.
“Qowi, kalau Qowi ingin menjadi Arkeolog, harus pemberani. Kan kadang tidur ditenda di samping situs (candi) yang sedang di gali. H h Umminya ambil jalan pintas untuk menerangkan. Padahal kalau dia besar pasti beranilah.
“Oh ya Umm, aku belajar berani deh.”
             Tentu saja dia tidak seketika jadi pemberani. Perlu bertahun-tahun ia berani ke kamar mandi sendiri.

 AZRA
Kebalikan dari Qowi, anak ini tak mengenal takut waktu kecilnya. Cita-citanya saja ingin menjadi penjaga banteng.  Gara-gara ia di ajak ke Ragunan. Setelah itu cita-citanya banyak.
Pernah ia bertanya,” Ummi lebih baik aku jadi astronot atau pilot ya?”
“Azra, jadi apapun kau nanti, yang penting pekerjaan itu diridhoi Allah, tak membuat kau lupa pada Allah, kau suka pada pekerjaan itu dan berusaha optimal untuk menguasai pekerjaanmu.

 LAZUA
            Ia belum tahu konsep profesi dan cita-cita.
Ketika dia ku Tanya, “kalau besar ingin jadi apa?
            Jawabnya,” Ingin jadi Dinosaurus."  Walah-walah dek. Dinosaurus saja tidak bisa kita lihat lagi zaman sekarang. Salah Umminya nih. 





9/19/2012

SEPELE


19 September 2012

  SEPELE

“Ummi , Ummi!” Lazua berlari menemuiku
“Aku menemukan lalat di teras. Ummi bagaimana cara lalat makan, apakah dengan menghisap?”
Dalam benakku ih adik kok memikirkan hal sepele seperti itu. Aku tak mau mengucapkan kepadanya karena ia akan berhenti bertanya.
Walau sepele ternyata aku tak tahu pasti jawabannya.  Aku sanksi kalau jawabannya dihisap, terus terang itu suatu hal baru baruku, aku pikir lalat ya makan seperi manusia menggigit makanannya. Maka dengan seksama aku mengambil jurus mengetik google. Keluarlah  blog ini http://destination-heavenindonesia.blogspot.com/2008/12/cara-lalat-makan.html

Lalat merupakan insekta yang unik bila dibanding dengan jenis insekta lain. Yang membedakannya adalah cara makan lalat yang meludahi makanannya terlebih dahulu sampai makanan tersebut cair. Setelah cair, makanan disedot masuk ke dalam perut. Hal ini disinyalir dapat memudahkan bakteri dan virus turut masuk ke dalam saluran pencernaannya dan berkembangbiak di dalamnya.

                Hiii, bagaimana makanan yang dihinggapi lalat ya, selain kaki-kakinya yang menclok sana-sini  ternyata kalau ia makan juga membawa mudharat.
                Jadi yang sepele bukan berarti tak berarti. Pengetahuan sekecil apapun akan membawa manfaat bagi kehidupan. Terimakasih dek pertanyaanmu hari ini. Tak hanya pengetahuan,  banyak hal sepele bagi dirimu tetapi bagi orang lain amat berarti/ besar, baik bicara, sikap, tingkah laku, pertolongan, dan masih banyak lainnya baik yang positif maupun negatif.