5/30/2014

RAMBUT

Sepulang dari potong rambut saya memperlihatkan rambut saya pada anak-anak. 
 "Bagaimana model rambut Umm?"
"Kayak Dora," ujar Lazua.
 "Cukur dimana Umm?" lanjutnya lagi.
 Ha ha ha semua geeeer mendengar pernyataan dan pertanyaan Lazua. 
 Saya menjawab, "Yaaa, ditukang cukurlah. H h gak nak Umm potong rambutnya di salon."
 "Salon itu apa?"
"Salon itu untuk perawatan seperti kulit, rambut. Contoh salon itu ada salon muslimah, salon mobil, salon hewan."
 Lazua mau tahu lebih lanjut, "Kalau salon bapak-bapak? Salon anak-anak."
"Yaaa...ada nak." Dalam hati saya salon khusus anak-anak biasanya ada mainan. Untung saja anak-anak mau cukur sama abinya. Jadi saya tidak perlu merogoh kantong yang paling dalam untuk anggaran potong rambut. Teringat anak pertama waktu kecil untuk cukur rambut perlu 1 jam Masalahnya ia tidak mau cukur sama orang lain. Jadi harus pakai upacara bak mandi bayi isi kembang eh air dan mainan. Terus prosesi potong rambutnya bisa dilaksanakan berikut dengan protes-protes kecil: gatel, sakit. Ada tentang sabar saat mencukur rambutnya.

Lazua kembali meluncurkan pertanyaannya, "Jadi salon itu untuk potong rambut? Kalau motor ada salonnya juga gak" Mimik mukanya menyimpan tanda tanya.
Saya menangkap kebingungannya. "Tentu saja mobil tidak ada rambutnya dik. Mobil  yang dirawat body/badannya. Motor juga ada salonnya." 

Ketika ada Ab, saya menceritakan ulang percakapan kami. Ia senyum-senyum sambil meng-kick Lazua.
"Model rambut Lazua yang seperti Dora."
"Ha ha Ha," semua terbahak-bahak."
Untung saja Lazua tidak marah diolok-olok. Ia ikut tertawa. Ketika kemaren Azra menutup wajahnya dengan foto Lazua yang baru dicetak, seraya bernyanyi aku Dora,  aku Dora. Lazua juga tidak marah. Jiaa adik bertumbuh. Tidak semua olok-olok ditanggapi. Justru kalau ditanggapi dengan santai akan menjadi hiburan. 

Saat Lazua  4 tahun


2 comments:

  1. Untung g nessu dibilang gitu ya mak..biasanya cemberut xD...aku jg pengen dipanjangin rambutnya raffi
    ..tapi gtau deh xixix

    ReplyDelete
  2. Lazua sudah bisa membalas olok-olok karena sering diajak becanda. Tentu saja dengan batasan-batasan tertentu.

    ReplyDelete