9/02/2013

DAMAILAH SINGAPURA MALAYSIA: PEDRA BRANCA

Subuh  hari ini kami berencana ke pasar Terapung di Banjarmasin. Memamfaatkan waktu yang sedikit sebelum pesawat menerbangkan kami ke Jakarta kembali.
Pengalaman kalau tidak subuh tak akan mendapatkan momen suasana riuhnya. Karena pasar ini hanya sebentar. Tapi…tulisan unuk #10dayforasean belum disetor. Benar-benar tantangan menulis. Duh kalau tak selesai masa harus menulis sambil naik jukung (perahu kecil)/klotok dan kalau ke pulau kembang bisa-bisa ngetik di temani warik-warik (kera) penghuni pulau itu.


#day7 negara yang dibicarakan adalah Singapura. Ada apa dengan negara tetangga yang terkenal dengan kebersihan, keteraturan, kemakmuran dan surga belanja ini? Baru ngeh dari @aseanblooger, kalau negara ini mempunyai sengketa perbatasan dengan Malaysia. Pulau yang dipersengketakan yaitu Pedra Branca (Malaysia: Pulau Batu Puteh), Batuan Tengah dan Karang Selatan. Tahun 2008 sudah diselesaikan oleh Mahkamah Internasional (awal persengketaan tahun 1979) diiringi dengan penyerahan Pulau Preda Branca kepada pemerintahan Singapura. Walakin masyarakat Malaysia kurang menerima hal ini. Sedangkan dua pulau yang lain masih belum selesai.

Bicara persengketaan nyerempet masalah politik. Namun ujung-ujungnya pasti masalah ekonomi. Mengapa diperebutkan? Penasaran. Apakah ia pulau yang cantik? Pulau yang kaya? Atau karena sejarah?

Pedra Branca/Batu Puteh

Pedra Branca terletak 25 mil laut (46km) timur Singapura, dan 7,7 mil laut (14km) selatan Johor . Pedra Branca hanya sebuah pulau kecil seukuran lapangan sepak bola . Pulau ini muncul pada peta laut Laksamana Cheng Ho sebagai 白礁 (bahasa Cinanya pedra Branca) di abad ke-15 .



Pulau ini hanya seukuran lapangan sepak bola, walau kecil wilayah ini sangat strategis, karena terletak di pintu masuk timur  Singapura. Setiap tahun mengawasi 50.000 kapal yang lewat. Aku tidak tahu apakah hanya lewat saja atau bayar ijin lewat, tetapi yang pasti beli bahan bakar.


Dari sudut pandang ekonomi, siapa pun yang memiliki pulau ini, bisa mengklaim perairan laut teritorial yang lebih besar disebut sebagai Zona Ekonomi Eksklusif ( ZEE ) di bawah hukum laut. Dari perspektif militer, siapa yang menguasai  ini berarti dapat mengkontrol  akses ke barat .

Perjanjian Melayu – Anglo tahun 1879 Sultan Hussein dan Temenggong Abdul Rahman menjual Singapura dan sekitarnya untuk kepentingan pribadi. Inilah menjadi dasar ICJ memenangkan Singapura.

Terlepas menang atau kalah, memiliki atau tidak pulau tersebut dan dua pulau yang lain ada yang lebih penting yaitu perkembangan politik, membentuk dan berbagi norma, pencegahan konflik, resolusi konflik, pembangunan perdamaian pasca-konflik, dan mekanisme pelaksanaannya. Hal ini adalah komponen perdamaian yang disusun oleh APSC (ASEAN Political-Security Community). Para Anggota ASEAN berpegang teguh menyelesaikan setiap masalah perbedaan intra-regional  dengan damai dan berkeyakinan keamanan secara fundamental terkait satu sama lain terikat oleh lokasi geografis, kesamaan visi dan tujuan.

Jangan sampai hanya karena berebut satu pulau kecil mengganggu stabilitas keamanan negara masing-masing anggota ASEAN.  Bila sudah diselesaikan secara adil oleh Mahkamah Internasional (mereka tentu tak asal-asalan dalam memutuskan sesuatu) hormati. Fokus pada pulau-pulau lain yang masih bisa di-explorasi  dengan legal.

Sehingga tujuan dari APSC, negara-negara di kawasan ini hidup damai satu sama lain, dalam lingkup keadilan, demokratis dan harmonis tercipta. Bila ini terujud Masyarakat Ekonomi ASEAN juga akan lebih mudah mencapai tujuannya dan siap menyongsong Komunitas ASEAN 2015. ASEAN menjadi lebih ketat, mengikat dan bergerak lebih cepat. Satu visi, satu identitas, satu komunitas.







1 comment:

  1. Senangnya bisa dapat pengetahuan info dari tulisan mba ini...sukses untuk Lomba ASEANnya yang bener2 kompetitif ini mbak ;)

    ReplyDelete